Showing posts with label ceritaku. Show all posts
Showing posts with label ceritaku. Show all posts

Sunday, April 5, 2015

Aku Memang Beruntung

Komentar dari sahabatku Nensinur sastra di salah satu tulisan aku disini mengingatkanku pada blog ini, jadilah aku ingin nulis lagi, ingin share pengalaman-pengalamanku lagi disini :)

Mengurus Dara sejak bayi hingga kini (3 tahun 3 bulan) memang tidaklah mudah, tapi tidak juga sulit. Aku bersyukur karena aku telah berhasil merawat Dara hingga kini, berhasil menjadikan Dara sebagai anak yang sehat, berhasil mendidik Dara hingga jadi anak yang cerdas dan baik hati. "Hehehe, cerdas dan baik hati itu hasil didikan atau bawaan dari sananya ya?"

Aku teringat ketika itu usia Dara kurang lebih 3 bulan. Siang itu kira-kira jam 2, Dara tertidur dan aku baringkan di ruang depan, sementara aku berada di sampingnya sambil nyetrika pakaian seabreg :D

Tuesday, April 3, 2012

Cara Memandikan Bayi Ala Saya

berawal dari permintaan seorang teman tunanetra, yang memintaku untuk mendeskripsikan bagaimana cara aku memandikan baby Dara.
Semoga bisa membantu ya :)

pertama-tama, aku baringkan baby Dara di baby Bather (tempat memandikan bayi) dengan tangan kiri tetap melingkar di leher bagian belakang dan telapak tangan kiri juga memegang ketiak bayi. oya, baby bather ini bukan bak mandi ya.... Untuk baby bather ini kebetulan aku belum punya fotonya, Insya Allah nanti fotonya nyusul, tapi di internet juga banyak gambarnya kok. :)
Jadi baby bather ini semacam kursi untuk memudahkan kita dalam memandikan bayi.
Aku rasa untuk para bunda yang juga tunanetra seperti aku cukup membantu mempermudah kita memandikan bayi.

Monday, March 19, 2012

MEMULAI HIDUP BARU BERSAMA DARA

Kini, genap seminggu aku tinggal di rumahku sendiri, (rumah kontrakan denk, hehehe...) Aku tinggal di lingkungan baru, rumah baru, suasana baru. Memang rasanya belum terasa nyaman tinggal di lingkungan baru ini, Terlebih ibuku tadi siang pulang setelah seminggu beliau menemaniku. Sebenarnya aku kurang rela juga beliau pulang secepat ini, aku tak bisa bayangkan tinggal berdua saja bersama Dara dari pagi sampe sore, walau aku yakin, aku pasti bisa.... Malam ini sekitar jam tujuh, dara nangis, aku bingung dibuatnya, entah apa maunya Dara, disusui nggak mau, dibaringkan apalagi, dipeluk pun nggak mau, sampai akhirnya Dara gumo banyak banget,


Saturday, March 10, 2012

I am able

besok aku berencana kembali ke rumah setelah 2 bulan tinggal di rumah orangtua. rasanya deg degan juga nih, ada kekhawatiran tidak bisa mengurus Dara dengan baik dan benar, meski memang sekarang pun sebagian besar pengurusan Dara sudah dilakukan sama aku. but I have to face up anything in my life, aku harus bisa melakukan yang terbaik untuk Daraku... ok, aku mampu! :-D

Friday, March 9, 2012

Hadirnya Dara Pramesti Hanania







Hadirnya Dara Pramesti Hanania

lanjuuuttt nih nulis lagiii, mumpung mood ku lagi ada :)
nerusin cerita kemaren nih :D

Kira-kira satu jam setelah melahirkan, seorang bidan datang padaku dan berkata: "Ini bu, Dedeknya mau belajar mimi," tak terasa beberapa tetes air mata membasahi pipiku setelah mendengar bu bidan berkata begitu, aku sangat terharu dengan kepercayaan Allah yang telah menitipkan amanahNya padaku dan suami.
Lalu bu bidan membantu aku menyusui bayiku. Aku sangaaaatttt bahagia bisa mendapatkan kesempatan itu, kesempatan dimana aku bisa menyusui seorang bayi :)

Hari kedua di RS, suster menanyakan nama bayi kami, dan mulai hari itu, resmilah nama bayi kami adalah Dara Pramesti Hanania, yang kalau diartikan: perempuan cantik nan cerdas yang dikasihi Allah Subhanahuwata’ala, Aamiiin:-)
Dara=perempuan, cerdas, Pramesti=cantik jelita, Hanania=yang dikasihi Allah.

Saturday, February 4, 2012

Pengalamanku Operasi Seksio (Caesar)



muncul lagi niiihhh,,, setelah sekian lama ninggalin blog karena sakit M alias MALAS, :D
ya, MALAS, malas nulis, abisnya bingung sih, apa yang harus ditulis, hehehe. padahal kalau aku nggak kena penyakit M, saat-saat mengandung untuk yang kedua kalinya (setelah mengandung sikembar), adalah saat-saat yang sangat indah. alhasil sewaktu sedang mengandung, blog ini aku isi dengan MP3-MP3 koleksiku, ya, karena saat itu malas banget nulis :D

Indah, sangat indah.
Waktu itu bulan Mei 2011, entah hari apa dan tanggal berapa tepatnya, aku lupa. pagi hari sekitar pukul 5, antara tidur dan bangun, aku seperti melihat kilatan cahaya. "lah kok melihat? kan Ai tunanetra tho?", hehehe, iya ya, aku lupa kalau aku ini adalah seorang tunanetra :P
Kebetulan aku masih punya sisa penglihatan, aku masih bisa membedakan terang dan gelap, dan aku juga masih bisa melihat cahaya lampu, cahaya matahari, cahaya bulan (kalau bulan purnama) :)

Wednesday, August 11, 2010

SERING KENA EUREUP EUREUP, CAPE DEEEEH...

Sebenarnya sekarang ini aku ngantuuuuuuuuuuukkkk banget, pengennya sih tidur, tapi aku males, males kena eureup eureup. Soalnya sudah dari sekitar 2 tahun lalu, kalau aku tidur di pagi hari (dari sekitar jam 5an lah), nyaris selalu mengalami eureup eureup, padahal biasaanya sehabis Subuh bawaannya ngantuk tuh…. Apalagi bulan puasa gini aku sering kurang tidur.

Pada tahu kan eureup eureup itu apa? Kalau istilah dalam bahasa Indonesianya sih ketindihan. Mungkin semua orang juga pernah mengalaminya.
Baru tahu aku, setelah aku googleing ternyata eureup eureup itu ada istilah kerennya, yaitu Sleep Paralysis. (hehehe, ketauan neh jarang baca-baca…)

Berdasarkan pengalaman, eureup eureup tuh seperti ini:
Jadi, saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, aku merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat aku sulit bangun ataupun berteriak minta tolong. Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Aku pun berusaha untuk bisa bangun. Biasaanya usaha-usaha yang sering aku lakukan ketika itu adalah; berteriak minta tolong, sekuat tenaga mencoba menggerakkan tangan, kaki dan kepala sekencang-kencangnya, meski usaha-usahaku itu terkadang sia-sia, karena eureup eureup tak lekas hilang meski aku sudah melakukan usaha-usaha itu, aku malah capek sendiri. ya mungkin karena belum waktunya eureup eureup hilang dari tubuhku kali ya... makanya dia cuek aja… hehehe… Tapi belakangan ini kalau sedang mengalami eureup eureup, aku sudah agak jarang melakukan usaha-usaha itu. Aku mencoba untuk tenang dan mencoba tarik nafas panjang. Barulah setelah dirasakan eureup eureup itu terlalu lama hingga ketakutan nggak bisa bangun lagi, aku mencoba berteriak sekencang-kencangnya.

Banyak orang mengatakan, eureup eureup itu adalah berarti kita sedang ketindih makhluk halus… ih, sereeeeeeeemmm… waktu kecil sih aku percaya aja dengan hal itu, tapi sekarang nggak laaaah… makanya aku coba cari penjelasan ilmiah dan cara mengatasinya. That is:

TINDIHAN (ISP)

A. Definisi Tindihan
Secara Mitologi, "Tindihan" adalah pengalaman seseorang "ditumpangi" atau "diduduki" dan "diserang mahluk halus. Secara ilmiah dikenal dengan istilah "Isolated Sleep Paralysis" (ISP). Bisaanya terjadi pada saat tidur baru saja dimulai.
Seorang individu yang mengalami tindihan alias ISP akan merasakan seperti terjaga dalam keadaan sadar, tetapi tidak mampu bergerak atau menggerakkan anggota tubuhnya, tidak mampu berbicara/teriak dan tidak mampu menangis. Seringkali
disertai perasaan cemas dan ketakutan yang hebat, sehingga berusaha untuk "bangun" tapi tidak bisa dan tidak berdaya. Mereka yang mengalami ISP, dilaporkan mengalami mimpi buruk dan halusinasi, melihat keberadaan "mahluk" dari dunia lain.

B. Gejala-gejala ISP
Kondisi ini sering terjadi pada individu yang tidur dengan posisi terlentang, wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak dalam tidurnya atau dalam keadaan
hampir terjaga dari tidur. Dapat berlangsung hanya dalam beberapa detik atau lebih lama. Seringkali disertai perasaan "sesuatu yang mengerikan" menekan daerah leher atau dada, sehingga mengalami kesulitan nafas, tak mampu berteriak dan bergerak. Banyak yang menyebutnya sebagai "teror di tengah malam".

Rasa sesak dan seperti dicekik muncul karena dalam tahap R.E.M terjadi ketidaksinkronan antara lalu lintas udara dalam sistem pernafasan dengan tingkat kesadaran seseorang. Sedangkan rasa takut, yang sering divisualisasikan sebagai keberadaan mahluk lain, diduga dialami seorang individu karena sedang berusaha mengatasi dan mengindentifikasikan rasa takut dan teror yang disimpannya dalam kehidupan nyata.

Seorang peneliti ISP, Al Cheyne dari University of Waterloo, menduga bahwa ISP adalah sejenis halusinasi yang dialami seorang individu, karena adanya malfungsi dari tahap R.E.M (Rapid Eye Movement) dalam tidur seseorang. Malfungsi ini bisa disebabkan oleh stres, kelelahan fisik luar biasa dan kurang tidur. Ia
juga menemukan fakta bahwa ISP selalu terjadi pada orang-orang yang tidur terlentang. Menurutnya , mengubah-ubah posisi tidur dapat mengurangi resiko terserang ISP.

Diperkirakan setiap orang pernah mengalami ISP, sekali atau dua kali dalam hidupnya. Mereka yang sering mengalami tekanan psikis dan fisik akan lebih banyak mengalami ISP. Kondisi geologis dan lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi seseorang sehingga mengalami "tindihan." Misalnya mereka yang bekerja dalam shift lalu kekurangan tidur dan memiliki pola tidur yang tidak teratur. Beberapa penelitian bahkan menemukan, perasaan positif yang sangat kuat, seperti
jatuh cinta atau setelah melakukan hubungan seks, dapat pula menyebabkan ISP.

Saat ini penelitian juga diarahkan kepada pengaruh keadaan geomagnetik dan /atau keadaan geologis terhadap fenomena ISP.
Para peneliti mengemukakan teori, bahwa orang-orang yang tinggal di kawasan yang secara geologis aktif, seperti di daerah sekitar Samudera Pasifik, yang dikenal sebagai "Ring of Fire", lebih sering mengalami ISP.

C. ISP dalam berbagai budaya
• Indonesia Dikenal dengan istilah "Tindihan" (baca : ditekan/ditindih). Menurut kepercayaan Jawa Kuno, tindihan disebabkan oleh naiknya roh-roh halus dari
tempat penyimpanan air di bawah tanah ke bawah tempat tidur seseorang.
• Spanyol Orang-orang Spanyol menyebutnya "Pesadilla" dengan penjelasan serupa dengan "Tindihan".
• Jepang "Kanashibari" demikian mereka menyebutnya. Peneliti masih berusaha menemukan kaitan letak geologis Jepang di kawasan pasifik dengan fenomena tindihan.

D. Pencegahan dan cara mengatasi
Stress;
Usahakan hidup sehat, baik secara fisik maupun psikis. Stres diduga penyebab terbesar ISP. Atur pola tidur menjadi lebih teratur. Jangan makan dalam jumlah kebanyakan, minum alkohol/kafein dan merokok menjelang tidur, sehingga dapat mengganggu pola tidur.

Posisi Tidur;
Posisi tidur terlentang diduga menjadi salah satu penyebab ISP. Usahakan ganti-ganti posisi tidur.

Membuat Gerakan Kecil;
Beberapa orang menyarankan untuk membuat gerakan mata dengan cepat, agar dapat keluar dari situasi ISP.

Membuat Gerakan Mental;
Jika seseorang mengalami ISP, ia akan merasakan susah bergerak atau menggerakkan anggota tubuhnya. Padahal ini bukan pergerakan fisik yang sebenarnya, melainkan gerakan mental. Para ahli menganjurkan untuk terus berusaha "melawan" dan menggerakkan anggota tubuh melalui kekuatan pikiran.

Pengobatan Medis;
Diperlukan jika seseorang terlalu sering mengalami ISP.

(taken from various resources)

Mudah-mudahan setelah ini frequensi pengalaman eureup eureupku berkurang, atau tak akan mengalami lagi samasekali... :D
Mungkin nggak ya?

Sunday, June 27, 2010

Aku, Via dan Jepitan

hehehe... tadinya aku mau tidur nih, tapi tiba-tiba teringat akan hal yang lucu, yang akan kuceritakan ini...

Waktu itu kira-kira sebelas tahun lalu, aku masih SMP, dan aku tinggal di sebuah asrama.
Aku punya seorang teman baik, bahkan bisa dikatakan sahabat, teman sekamar pula, namanya Sylvia.
"Via", aku biasa memanggilnya begitu. Via seorang tunanetra juga, sama seperti aku... ;)

Ketika itu, sehabis makan siang, aku dan Via ngobrol-ngobrol di kamar berdua. Aku duduk di kasur Via. Kebetulan waktu itu Via baru aja ambil pakaian dari jemuran, sehingga di kasurnya banyak jepitan berserakan.
Aku merasa risih dengan hal itu, dan aku berniat menata rapi jepitan-jepitan itu. Kuambil salahsatu dari jepitan-jepitan itu, tapi tiba-tiba niatku kok berubah ya... malah muncul ide bagus dibenakku. (hehehe,,, ide konyol gitu kok dibilang bagus...) aku malah menjepitkan jepitan itu di baju yang sedang Via pakai. Nyaris semua jepitan yang ada di kasur Via aku pasang di bajunya tanpa dia sadari. Pelan-pelan sekali aku jepitkan seluruh jepitan itu :D

"Ai, urang rek ngangkat jemuran heula nya sawareh deui bisi hujan..." (bahasa Sunda) artinya: "Ai, aku mau ambil jemuran dulu ya sebagian lagi takut ujan..." kata Via.
Dengan semangat aku menjawab: "enya Via, buru kaditu! geus ceudeum ih..." artinya: "Iya Via, cepetan sana! udah mendung ih..."
Aku tersenyum-senyum sendiri ketika Via keluar kamar. Aku ingin lekas tahu reaksi orang-orang yang melihat dia.
"Pasti seru nih," omongku dalam hati.

"Euleuh euleuh, Viaaaa... naha eta meni rimbil jepitan dina acuk?!" Artinya: "aduh, Viaaaa... kok di baju kamu banyak banget jepitan?!" kudengar suara juru masak asrama ngomong gitu ke Via, jelas sekali kedengarannya, karena jarak kamarku dengan jemuran dekat sekali, jemuran tuh ada di belakang kamarku.
Tentu saja aku senang mendengar itu, itu artinya, aku berhasil ngerjain Via. Seketika tawaku pecah, tak bisa aku tahan-tahan lagi... :))
Via pastinya juga denger aku ketawa. Tiba-tiba dia berteriak histeris manggil namaku. Aku sih santai aja, watados alias wajah tanpa dosa... hehehee
Waktu itu aku pasrah aja mau dihukum apa sama Via. Tapi dasar Via orangnya emang baik dan sayang sama aku, (geer mode: On) aku nggak dapat hukuman apa-apa dari dia, ujung-ujungnya dia juga malah tertawa-tawa bareng aku... :))

hmm,,, kalau lagi flashback gini keinginan untuk punya mesin waktu selalu ada :P

Sunday, March 8, 2009

ceritaku

Sebenarnya sudah lama aku ingin menuliskan ceritaku ini, tapi, aku baru diberi kekuatan sekarang untuk menuliskannya. “emang kemarin-kemarin ga kuat nulis?” bukan gitu kaliiiii…

Pernah beberapa minggu yang lalu aku mencoba untuk menulis cerita yang akan kuceritakan ini, tapi… aku sungguh-sungguh tak sanggup menahan airmataku waktu itu. “segitunya yah?“

Buatku, ini adalah cerita yang sangat menyedihkan dan mengecewakan, namun dengan adanya aku menuliskan ini, bukan berarti aku ingin berbagi kesedihan dan kekecewaan, tapi aku Cuma gak mau lagi mendengar orang-orang menanyakan kabar kehamilanku.
Nah, untuk menghindari hal itulah aku menuliskan ceritaku ini.

Kalau kita sadari, memang, hidup manusia itu penuh misteri, seperti halnya juga dengan hidupku… “emang ngalamin misteri apaan?”

Waktu itu hari senin, 8 Desember 2009, bertepatan dengan hari raya Idil Adha, kebetulan aku sedang di rumah orangtuaku. Sekitar jam 5 sore, aku, ibu dan ayahku sedang mendengarkan berita di TV sambil ngobrol ngalol ngidul. Kalau tidak salah, salahsatu obrolan kami waktu itu mengenai 4 bulanan, karena kandunganku hampir menginjak 4 bulan. “what’s 4 bulanan? Cari aja di om google!”
Tiba-tiba aku ingin buang air kecil. Lalu aku ke kamar mandi. Tapi belum sempat aku buang air kecil, aku sadar, telah ada cairan membasahi rok yang sedang aku pakai waktu itu. Terang saja aku panik. Tapi, aku berusaha untuk menenangkan diri sendiri, sambil memastikan, cairan apa itu sebenarnya.
Aku pun akhirnya tahu, bahwa itu adalah darah… ya, itu darah!
Kemudian dengan tergesa-gesa, aku menuju ke kamarku. Rasanya tenagaku hilang saat itu.

aku benar-benar tidak tenang saat itu. Semua orang disekitarku berusaha menenangkan aku. Tapi tetap saja, bayangan-bayangan buruk memenuhi benakku.
Ada satu hal yang membuatku sedikit tenang, cerita kakakku, dia bilang, ada tetangga yang sedang hamil tiga bulan, tapi setiap bulan dia haid, dan kandungannya baik-baik saja sampai saat ini. Sebisa mungkin, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa kandunganku akan baik-baik saja.

Singkat cerita, besoknya aku pergi ke dokter specialis kandungan dengan ditemani kakakku. Suamiku tidak bisa ikut, karena katanya ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, walau saat itu sebenarnya aku sangat membutuhkannya di sisiku.

Setelah melewati antrian yang cukup panjang, tibalah saatnya aku untuk diperiksa oleh sang Dokter.
Akhirnya Dokter pun memeriksa kandunganku. Dokter menyatakan bahwa aku mengandung janin kembar, tapi… jantung mereka sudah tidak berdenyut lagi… itu artinya, janin yang aku kandung sudah tidak bernyawa. :((
Mendengar berita itu, aku tak kuasa lagi menahan tangis. Aku merasa, aku telah kehilangan sebuah harapan.

Sepulang dari dokter, aku pun mengabarkan hal ini kepada suamiku. Aku tahu benar, perasaannya sama sepertiku. Tapi suamiku tidak yakin 100% terhadap hasil pemeriksaan dokter. Dia ingin agar aku memeriksakan kandunganku kembali ke dokter yang berbeda.

Besoknya, aku pun kembali memeriksakan kandunganku ke sebuah rumahsakit di Bandung dengan ditemani suami dan juga kakakku. suamiku memohon kepada suster yang membantu dokter yang akan memeriksaku agar aku dicatat sebagai pasien darurat sehingga aku didahulukan untuk diperiksa dokter.
Akhirnya dokter pun memeriksa kandunganku, dan ternyata hasilnya sama, bayi kembarku sudah tidak bernyawa… dengan sabar, dokter menerangkan kepada kakakku tentang keadaan janin di perutku. Masih terngiang ditelingaku kata-kata dokter itu:
“Nah, bu, ini kepalanya… dan ini jantungnya… coba ibu lihat, jantungnya tidak berdenyut… dan ini bayi yang satunya lagi… ibu bisa lihat, keadaannya sama, kan?” ya, aku benar-benar ditinggalkan mereka… bayi kembarku… “don’t cry!!!”

9 hari setelah itu, setelah para dokter berusaha mengeluarkan bayiku, barulah bayi kembarku keluar dari perutku. Dokter yang menanganiku sempat merasa sedikit putus asa, karena rahimku tidak juga mengalami bukaan sedikit pun, padahal aku sudah 3 hari menginap di rumahsakit tersebut. Itu artinya, sudah 3 hari juga dokter berusaha untuk membuka rahimku, karena konon, pasien-pasiennya yang mengalami hal yang sama denganku, biasanya hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk bisa mengeluarkan janin mereka, sedangkan aku? 9 hari! “mungkin kalian emang betah tinggal di perut mama…”
Alhamdulilah, aku melahirkan bayi-bayiku tanpa operasi, meskipun prosesnya cukup lama.

Selama di rumahsakit, berbagai pengalaman pun aku dapatkan. Aku sempat mengalami dimarahi suster dan bidan ketika mereka memberikan obat padaku, “bukan karena aku gak mau dikasih obat lo, tapi aku tak tahan merasakan sakit ketika mereka memberi obat padaku dengan cara mereka… apalagi itu dilakukan 6 jam sekali… aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… jadi kebayang…”,
aku juga pernah mengalami Anemia akibat kurang tidur karena harus mengkonsumsi obat selama 6 jam sekali, mendengar orang yang melakukan persalinan nyaris tiap waktu, etc. hal itu berlangsung selama kurang lebih 6 hari, sebelum akhirnya dokter menyarankan agar aku istirahat di rumah selama 2 hari.
Waktu itu aku pulang ke rumah hari Senin, 15 Desember 2008, dan dokter meminta aku kembali lagi hari Kamis. Aku pun merasa sedikit lega, karena akan terbebas dari suasana rumahsakit. Lalu aku pulang ke rumah orangtuaku.

Aku masih ingat benar, hari Rabu, 17 Desember, tepat jam 10 malam aku merasakan mules yang sangat hebat. Sampai akhirnya, kira-kira jam 00:00, keluarlah satu janinku, dan kira-kira 15 menit kemudian, menyusul yang kedua. Ya, waktu itu aku sedang berada di rumah orangtuaku.
Setelah kedua janinku keluar, aku merasakan sakiiiiiiiiiiiiiit yang luar biasa. “aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… kebayang lagiiiiiiiiiiiiiiiii… sakitnyaaaaaaaaaaaaaaaa…”, karena plasenta masih tertinggal di perutku dan aku mengalami pendarahan yang cukup banyak. Jadi mungkin wajar saja kalau aku mengalami kesakitan yang luar biasa. Lalu aku pun dilarikan ke rumahsakit. “waduh?”

Setelah sampai di rumahsakit, dokter langsung menangani aku, dan… alhamdulilah besoknya aku sudah boleh pulang. Waktu itu aku sempat berfikir: “sia-sialah rasa sakit yang telah aku alami… karena tidak menghasilkan apa-apa…” tapi kini aku sadar, Tuhan pasti punya rencana lain untuk hidupku… ya… pasti ada hikmah dibalik semua ini.

Menurut cerita orang-orang yang sempat melihat janin-janinku, calon bayiku keduanya berjenis kelamin perempuan, dan kakakku sempat cerita, kalau mereka cantik-cantik, karena keduanya sudah berbentuk, tinggal penyempurnaan saja.
Namun satu hal yang aku sesalkan, aku belum sempat mencium mereka… :((
Waktu aku pulang dari rumahsakit, mereka sudah dikubur.

*Mengenang*
Aku ingat, betapa bahagia dan bangganya aku ketika untuk pertama kalinya aku memakai celana hamil karena celana-celana yang aku punya sudah tidak muat lagi, betapa indahnya ketika untuk pertama kalinya aku meminum susu untuk wanita hamil… Tapi ya sudahlah, Tuhan memang belum menghendaki aku untuk punya anak. Janjiku, aku akan lebih menjaga kehamilanku yang berikutnya.

“I miss you and I love you so much, my babs…”

Monday, October 27, 2008

HADIAH TERISTIMEWA

Dua tahun lebih sudah usia pernikahanku.
Aku menikah pada tahun 2006 (semester 4 kuliah).
Aku dan suamiku sengaja menunda untuk punya momongan atas berbagai alasan. Salahsatu alasannya adalah aku masih menempuh pendidikan.
Aku khawatir, kalau aku punya anak pada saat aku masih kuliah, anakku terabaikan karena kesibukanku.
Disamping itu juga, aku belum siap untuk punya anak, aku masih enjoy dengan teman-temanku, malah salahsatu temanku bilang bahwa aku masih terlalu imut untuk punya anak... heheheh…Geli juga sih aku mendengar kata-katanya itu.
Tidak sedikit juga temanku yang menyarankan agar aku segera punya anak, apalagi usiaku sedang produktif untuk itu.
Aku juga sadar, aku memang egois punya rencana seperti itu. Tapi aku tetap pada rencanaku, menunda kehamilan sampai aku benar-benar siap dan lulus kuliah.

***** Manusia memang hanya bisa berencana, hanya yang diatas yang bisa menentukan segalanya.
Di hari lebaran kemarin, tepatnya tanggal 1 Oktober, aku merasakan sesuatu, aku telat dua hari, (biasaaa, urusan wanita).
Aku punya feeling, aku hamil walaupun belum100% yakin, dan jujur saja, waktu itu juga aku belum siap 100% dengan kehamilanku.

4 hari kemudian, aku mengetes kehamilanku.
Aku meminta kakakku untuk melihat hasil dari tes tersebut.
Dadaku berdebar-debar saat aku memberikan hasil tes itu pada kakakku.
Ketika dia melihat hasil tes itu, sebuah pertanyaan tiba-tiba meluncur dari mulutnya, “Kamu mau hasil tes ini negative atau positif?”
aku tidak mampu menjawan pertanyaan itu.
Aku hanya bisa diam dan harap-harap cemas.
Saat itu aku pun tak tahu, apakah aku mau hasil tesnya positif atau negative… aku pasrah.
Spontan aku menangis saat kakakku mengatakan bahwa hasilnya positif.
Waktu itu aku tak percaya, aku akan punya anak???? Seperti mimpi rasanya, sulit dipercaya…

Hari-hari pun berlalu.
Aku merasa, aku sudah diberi hadiah yang sangat istimewa dariNya, ya, hadiah cinta.
Sebuah permata, permata hati, permata hatiku, buah hatiku.
Aku memang hidup untuknya, untuk permata hatiku, untuk merawatnya, menjaganya, mendidiknya, membesarkannya. Ya, aku hidup untuk itu… untuk anakku.

“Dia membuatku merasa lebih berarti”

Thursday, June 19, 2008

Problem

yesterday 1 of my friends came to me. she told me about dishonest, she asked me: "Ai, what do you think about dishonest?"
o... i really surprise when she asked like that, but i tried to answer: "i think, dishonest is not good for our life."
after she heard my answer, she was crying, and then, she told me that she's dishonest of her husband. so i asked her: "how and why do you do that?"
she answered: "i go with a man that has much money, cause i need much money! ... yes, i need much money! my husband doesn't have a job, so he can't give
the money for me and my children. i have been trying to find a good job for me, but i have never found. do you know what should i do?"
ooohh .. i touched heard her story. i can't answer her last question, ... really i don't know... actually i wanna help her, but i can't. i'd like to share with you about this problem.
what will you do if u got same problem with my friend? please... help me to get the answer.

thanks before.

Saturday, January 26, 2008

My Story

When I was child, I felt very happy, cause my family was take care of me especially my mom, she always loves me sincere. Besides that, I had many friends. They were take care of me too. They never make a problem out of my disabled. they always also take care of me. We always play together everyday.
Our favourite games in that times are high jump and toy kitten. I always followed that games. But sometimes, I felt is very disappointed, cause my friends never invited me to play marbles, and I always ask them: “why are you never ask me to play marbles?” so they always answered: “cause you are a figurehead, so you don’t have to follow this game.” Oh, their answer were make me sad….

At that moment, I asked my mom:
“why my friends never invite me to play marbles, mom? Whereas I really really want to play marbles”
“cause you are a blind, dear”. my mom answered.
“oh no mom, I can see the sun.” I said. So my mom explain:
“yes my dear child, you can discriminate dark and light only.

I realize that I’m a blind since then, and I never asked my friend to invite me to play marbles, cause I realize that I different with my friends. But nevertheless, I always play with my friends everyday.

Fiersha Mama Mia Main Sinetron

Pada hari senin tanggal 28 Januari, Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) telah menayangkan sebuah sinetronyang berjudul "AKU TERLAHIR 500 GRAM DAN BUTA".

Yang lebih menarik lagi, tokoh utama di sinetronini diperankan oleh seorang tunanetra yang bernama Fiersha Hanifah.

Aaku yakin, sebagian besar masyarakat Indonesia tahu siapa Fiersha.

Fiersha adalah seorang tunanetra yang berhasil lolos di 3 besar "mama mia" yang diadakan oleh salahsatu televisi swasta di Indonesia.

Jujur saja, aku merasa senang sekali ketika aku tahu bahhwa Fiersha jadi peran utama di sinetron tersebut, karena baru kali ini ada sebuah sinetron yang diperankan oleh seorang tunanetra, walau kita tahu, banyak televisi-televisi yang menayangkan film bahkan sinetron yang didalamnya menceritakan seorang tunanetra, tapi yang memerankannya adalah orang normal.

Mungkin kalau hal itu sih bisa dianggap wajar, karena selama ini masyarakat Indonesia belum mengenal tunanetra 100%, belum percaya kalau sebenarnya tunanetra pun mampu hidup seperti orang normal.

Yang tidak wajar adalah:
di film-film yang didalamnya menceritakan tentang kehidupan tunanetra, sering diceritakan bahwa tunanetra tersebut tidak dapat hidup mandiri, selalu bergantung pada orang disekitarnya, dan tidak berpendidikan.

Bahkan aku pernah menyaksikan sebuah film disalahsatu televisi yang menceritakan seorang bapak-bapak tunanetra, mempunyai anak dan istri tetapi dia tidak bekerja.
dia hanya diam dirumah, menunggu istrinya pulang kerja, dan juga menunggu anak-anaknya pulang sekolah. Yang lebih tragis lagi, istrinya pulang kerumah dengan membawa laki-laki selingkuhannya, dan mereka selingkuh dihadapan bapak-bapak tersebut. so, si bapak tidak tahu kalau istrinya selingkuh dan membawa orang lain kehadapannya, dia baru tahu hal itu setelah anak-anaknya pulang sekolah dan menceritakan hal itu padanya. Sungguh tidak masuk akal!

Aku pikir, itu terlalu dilebih-lebihkan. Aku sebagai seorang tunanetra, tentu saja sangat tahu dan faham dengan kehidupan tunanetra.

Aku tidak setuju kalau di film-film kebanyakan tunanetra sangat lemah, tidak berpendidikan, tidak bekerja, dan selalu tergantung pada orang lain. bahkan tidak punya perasaan seperti seorang bapak yang pernah aku saksikan di film tersebut.

Ketika seorang temanku datang dan dia berkata padaku bahwa dia datang sendirian, padahal dia bersama temannya, dan temannya itu datang dengan diam-diam, aku pasti akan tahu kalau dia datang tidak sendiri, tapi aku bisa tahu bukan karena indera keenam seperti yang sering orang-orang katakan, tapi mungkin karena bau parfumnya, dan suasanapun pasti akan terasa berbeda ketika seseorang datang tidak sendiri.

Tunanetra juga mampu mengenyam pendidikan, sama seperti orang normal. Memang, banyak diantara kami yang hanya mengenyam pendidikan sampai di sekolah dasar, tetapi tidak jarang diantara kami yang mampu meneruskan sampai perguruan tinggi, bahkan ada yang sampai menyandang gelar Doktor.

Kami juga tak mau ketinggalan dalam hal IT. Banyak diantara kami yang mampu mengoperasikan komputer, dari mulai mengoperasikan Office, browsing internet, chat, dll

Mungkin anda bertanya-tanya;

“kok bias sih tunanetra mengoperasikan computer? Itu kan memerlukan penglihatan….”.

Ya, tunanetra mampu mengoperasikan computer, karena komputernya telah dilengkapi dengan screen reader (pembaca layer). Salahsatu diantaranya adalah sebuah software yang dinamakan JAWS. JAWS adalah singkatan dari Job Accses With Speech yang diproduksi oleh freedom scientific, sebuah lembaga di Amerika, dan sekarang komputerku menggunakan software tersebut.

Pekerjaan tunanetra pun bermacam-macam, mulai dari massager (pemijat), guru, instruktur komputer, musisi, dosen, dan bahkan baru-baru ini ada juga yang menjadi seorang entertainer.

Jadi kesimpulannya, kehidupan tunanetra juga beragam, sama halnya dengan kehidupan orang normal.

Aku harap, tak ada lagi para sutradara yang seenaknya menempatkan tokoh tunanetra di film-film sebagai orang lemah, tidak bekerja, tak berpendidikan dan selalu tergantung pada orang lain.

Kepada para sutradara yang kebetulan membaca blog ini, please, pelajarilah tentang kehidupan tunanetra sedalam-dalamnya. mungkin selama ini yang anda tahu hanyalah sebagian kecil dari kami.