Sunday, December 13, 2009

Belajar dan Memulai Bisnis di Internet Yuk??

Assalamu'alaikum dan salam sejahtera

Internet kini bukan sekedar sebagai media publikasi dan komunikasi, akan tetapi dengan segala potensial yang ada kini penggunaan media internet mulai merambah kea rah dunia bisnis.

Program ini namanya "Dapet Dolar Gratis" sangat mudah dijalankan oleh siapapun! Cuma baca E-mail dan klik iklan, kita dibayar US$400, kalo dihitung dalam rupiah sekitar 4 jutaan/E-mail. Udah gitu ngeklik banner dibayar $100....
Pada saat kita daftar GRATIS langsung dapet $ 3500 atau sekitar 35 Jutaan!
Pembayarannya ATAU transfer bisa lewat AlertPay, Check, E-Bullion, E-Gold, MoneyBookers,Liberty Reserve, Money Order, Western Union, paypal. Pilih WESTERN UNION ( Jasa transfer uang ada di kantor pos yang gak ribet dan gak perlu punya account), tapi buat anda yang punya account paypal lebih baik paypal saja.

HANYA DENGAN KEMAUAN UNTUK MENCOBA & KESABARAN SEBAGAI MODALNYA

TIPS YANG HARUS DIPERHATIKAN :
- Satu Nama
- Satu E-mail
- Satu Account &
- Satu IP ( Internet Protokol )
Artinya, anda tidak diperkenankan membuat lebih dari satu nama, email
& account dalam satu IP. Jadi, nggak boleh dari warnet, harus pake komputer pribadi atau laptop. Nggak percaya? Coba saja.

Langkah-langkahnya dibaca dulu sebelum anda memutuskan untuk bergabung :

Caranya ikuti langkah ini :

Klik link ( URL ) dibawah ini :
mendaftar
2. Anda akan masuk ke web yang anda klik.
3. Pilih menu Join for Affiliate! (ada ditengah-tengah antara paragraf
1 dan 2) atau Sign Up
4. Masukan E-mail anda ( email yang valid ) dan klik Continue
5. Setelah beberapa saat..cek Email anda dan klik link ( URL ) nya
untuk memulai registrasi
6. Isi semua Data anda dengan benar (sesuai KTP/SIM/dll)
7. Untuk kolom Select categories of interests to you centanglah semua pilihan.
8. Anda akan diminta untuk mengisi data yang benar, karena data inilah yang akan dipakai untuk payout (pembayaran).
9. Untuk Payment Methode, pilih WESTERN UNION ( Jasa transfer uang, ada di Kantor Pos - yang gak ribet dan gak perlu punya account). Atau buat Anda yang sudah mempunyai account paypal silahkan pilih paypal.
10. Payment Account Id masukan sesuai dengan username anda
11. password sama dengan password email anda.
12. Klik SignUp

Usahakan luangkan waktu untuk cek account anda tiap hari, karena selalu ada iklan yang bisa anda klik ( PTc ) Paid To click, juga di inbox nya 3 hari sekali ada
iklan yang harus anda klik, karena di inbox Ptc nya lumayan besar ($400)

Semakin anda rajin maka Earnings ( Pendapatan ) anda akan cepat memenuhi syarat. Kalau anda membuka account anda setiap hari, earnings tersebut dapat anda terima dalam waktu hanya minimal 2 bulan. Apabila sudah memenuhi syarat, anda dapat melakukan Request untuk payout-nya.

- Untuk Link2Communion, syarat earning yg terkumpul sebesar US $ 50.000,-

Setelah earnings anda mencukupi, anda request untuk payout-nya dengan meng klik Redemption, maka akan terbuka 4 katagori yang akan di-redemp, karena keanggotaan anda gratis...pilih yang Free Member

Tunggu balesan nya di E-mail anda yang akan berisi :
- Nama Sipengirim
- Nama yang berhak menerimanya
- Kode MTCN ( Money Transfer Controll Number )

Kalau sudah dapat pada point 12.....anda print.... trus bawa ke Bank yang ada layanan Western Union-nya, contoh bank jabar
Pihak bank akan mengkonfirmasikan ke absahan data anda ( makanya saat registrasi gunakan data yang sesuai dengan KTP anda).

Sudah... anda menjadi Jutawan Sekarang... gampang kan? asal mau mencoba tapi jangan lupa zakatnya dikeluarkan ya...supaya berkah.... :-)

Info lebih lanjut hub:
flowercsr@gmail.com

Sekarang apa yang paling penting buat anda?
segera Mendaftar disini

Tuesday, October 13, 2009

CURAHAN HATIKU

saat ini aku menangis...
Sebenarnya, agak pantang aku jika sedang menghadapi kesulitan, lalu mengeluarkan airmata. tapi...apa daya, rasanya sulit banget menahan airmata ini, airmata ini mengalir begitu saja. :((

Sejak lama, aku ingin sekali mencurahkan isi hatiku pada seseorang dengan mengatakan ini:
"Kenapa ya, keberuntungan jarang berpihak padaku..."
tapi ini kutahan-tahan agar tak terucap di hadapan siapa pun... karena orang pasti akan bilang:
"hush...kamu jangan bilang gitu donk, itu artinya kamu kurang bersyukur. sudahlah, syukuri apa yang ada..."
ya, orang pasti akan bilang begitu, dan aku tak mau mendengar hal itu terucap dari bibir siapapun untukku.
Akhirnya semua ini kutulis, karena aku sudah tak tahan, ingin mencurahkan isi hati ini, yang seperti inilah adanya.

Sunday, August 9, 2009

JANGAN MENYERAH

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

(D'Masiv’s song)

Sunday, March 8, 2009

ceritaku

Sebenarnya sudah lama aku ingin menuliskan ceritaku ini, tapi, aku baru diberi kekuatan sekarang untuk menuliskannya. “emang kemarin-kemarin ga kuat nulis?” bukan gitu kaliiiii…

Pernah beberapa minggu yang lalu aku mencoba untuk menulis cerita yang akan kuceritakan ini, tapi… aku sungguh-sungguh tak sanggup menahan airmataku waktu itu. “segitunya yah?“

Buatku, ini adalah cerita yang sangat menyedihkan dan mengecewakan, namun dengan adanya aku menuliskan ini, bukan berarti aku ingin berbagi kesedihan dan kekecewaan, tapi aku Cuma gak mau lagi mendengar orang-orang menanyakan kabar kehamilanku.
Nah, untuk menghindari hal itulah aku menuliskan ceritaku ini.

Kalau kita sadari, memang, hidup manusia itu penuh misteri, seperti halnya juga dengan hidupku… “emang ngalamin misteri apaan?”

Waktu itu hari senin, 8 Desember 2009, bertepatan dengan hari raya Idil Adha, kebetulan aku sedang di rumah orangtuaku. Sekitar jam 5 sore, aku, ibu dan ayahku sedang mendengarkan berita di TV sambil ngobrol ngalol ngidul. Kalau tidak salah, salahsatu obrolan kami waktu itu mengenai 4 bulanan, karena kandunganku hampir menginjak 4 bulan. “what’s 4 bulanan? Cari aja di om google!”
Tiba-tiba aku ingin buang air kecil. Lalu aku ke kamar mandi. Tapi belum sempat aku buang air kecil, aku sadar, telah ada cairan membasahi rok yang sedang aku pakai waktu itu. Terang saja aku panik. Tapi, aku berusaha untuk menenangkan diri sendiri, sambil memastikan, cairan apa itu sebenarnya.
Aku pun akhirnya tahu, bahwa itu adalah darah… ya, itu darah!
Kemudian dengan tergesa-gesa, aku menuju ke kamarku. Rasanya tenagaku hilang saat itu.

aku benar-benar tidak tenang saat itu. Semua orang disekitarku berusaha menenangkan aku. Tapi tetap saja, bayangan-bayangan buruk memenuhi benakku.
Ada satu hal yang membuatku sedikit tenang, cerita kakakku, dia bilang, ada tetangga yang sedang hamil tiga bulan, tapi setiap bulan dia haid, dan kandungannya baik-baik saja sampai saat ini. Sebisa mungkin, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa kandunganku akan baik-baik saja.

Singkat cerita, besoknya aku pergi ke dokter specialis kandungan dengan ditemani kakakku. Suamiku tidak bisa ikut, karena katanya ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, walau saat itu sebenarnya aku sangat membutuhkannya di sisiku.

Setelah melewati antrian yang cukup panjang, tibalah saatnya aku untuk diperiksa oleh sang Dokter.
Akhirnya Dokter pun memeriksa kandunganku. Dokter menyatakan bahwa aku mengandung janin kembar, tapi… jantung mereka sudah tidak berdenyut lagi… itu artinya, janin yang aku kandung sudah tidak bernyawa. :((
Mendengar berita itu, aku tak kuasa lagi menahan tangis. Aku merasa, aku telah kehilangan sebuah harapan.

Sepulang dari dokter, aku pun mengabarkan hal ini kepada suamiku. Aku tahu benar, perasaannya sama sepertiku. Tapi suamiku tidak yakin 100% terhadap hasil pemeriksaan dokter. Dia ingin agar aku memeriksakan kandunganku kembali ke dokter yang berbeda.

Besoknya, aku pun kembali memeriksakan kandunganku ke sebuah rumahsakit di Bandung dengan ditemani suami dan juga kakakku. suamiku memohon kepada suster yang membantu dokter yang akan memeriksaku agar aku dicatat sebagai pasien darurat sehingga aku didahulukan untuk diperiksa dokter.
Akhirnya dokter pun memeriksa kandunganku, dan ternyata hasilnya sama, bayi kembarku sudah tidak bernyawa… dengan sabar, dokter menerangkan kepada kakakku tentang keadaan janin di perutku. Masih terngiang ditelingaku kata-kata dokter itu:
“Nah, bu, ini kepalanya… dan ini jantungnya… coba ibu lihat, jantungnya tidak berdenyut… dan ini bayi yang satunya lagi… ibu bisa lihat, keadaannya sama, kan?” ya, aku benar-benar ditinggalkan mereka… bayi kembarku… “don’t cry!!!”

9 hari setelah itu, setelah para dokter berusaha mengeluarkan bayiku, barulah bayi kembarku keluar dari perutku. Dokter yang menanganiku sempat merasa sedikit putus asa, karena rahimku tidak juga mengalami bukaan sedikit pun, padahal aku sudah 3 hari menginap di rumahsakit tersebut. Itu artinya, sudah 3 hari juga dokter berusaha untuk membuka rahimku, karena konon, pasien-pasiennya yang mengalami hal yang sama denganku, biasanya hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk bisa mengeluarkan janin mereka, sedangkan aku? 9 hari! “mungkin kalian emang betah tinggal di perut mama…”
Alhamdulilah, aku melahirkan bayi-bayiku tanpa operasi, meskipun prosesnya cukup lama.

Selama di rumahsakit, berbagai pengalaman pun aku dapatkan. Aku sempat mengalami dimarahi suster dan bidan ketika mereka memberikan obat padaku, “bukan karena aku gak mau dikasih obat lo, tapi aku tak tahan merasakan sakit ketika mereka memberi obat padaku dengan cara mereka… apalagi itu dilakukan 6 jam sekali… aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… jadi kebayang…”,
aku juga pernah mengalami Anemia akibat kurang tidur karena harus mengkonsumsi obat selama 6 jam sekali, mendengar orang yang melakukan persalinan nyaris tiap waktu, etc. hal itu berlangsung selama kurang lebih 6 hari, sebelum akhirnya dokter menyarankan agar aku istirahat di rumah selama 2 hari.
Waktu itu aku pulang ke rumah hari Senin, 15 Desember 2008, dan dokter meminta aku kembali lagi hari Kamis. Aku pun merasa sedikit lega, karena akan terbebas dari suasana rumahsakit. Lalu aku pulang ke rumah orangtuaku.

Aku masih ingat benar, hari Rabu, 17 Desember, tepat jam 10 malam aku merasakan mules yang sangat hebat. Sampai akhirnya, kira-kira jam 00:00, keluarlah satu janinku, dan kira-kira 15 menit kemudian, menyusul yang kedua. Ya, waktu itu aku sedang berada di rumah orangtuaku.
Setelah kedua janinku keluar, aku merasakan sakiiiiiiiiiiiiiit yang luar biasa. “aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… kebayang lagiiiiiiiiiiiiiiiii… sakitnyaaaaaaaaaaaaaaaa…”, karena plasenta masih tertinggal di perutku dan aku mengalami pendarahan yang cukup banyak. Jadi mungkin wajar saja kalau aku mengalami kesakitan yang luar biasa. Lalu aku pun dilarikan ke rumahsakit. “waduh?”

Setelah sampai di rumahsakit, dokter langsung menangani aku, dan… alhamdulilah besoknya aku sudah boleh pulang. Waktu itu aku sempat berfikir: “sia-sialah rasa sakit yang telah aku alami… karena tidak menghasilkan apa-apa…” tapi kini aku sadar, Tuhan pasti punya rencana lain untuk hidupku… ya… pasti ada hikmah dibalik semua ini.

Menurut cerita orang-orang yang sempat melihat janin-janinku, calon bayiku keduanya berjenis kelamin perempuan, dan kakakku sempat cerita, kalau mereka cantik-cantik, karena keduanya sudah berbentuk, tinggal penyempurnaan saja.
Namun satu hal yang aku sesalkan, aku belum sempat mencium mereka… :((
Waktu aku pulang dari rumahsakit, mereka sudah dikubur.

*Mengenang*
Aku ingat, betapa bahagia dan bangganya aku ketika untuk pertama kalinya aku memakai celana hamil karena celana-celana yang aku punya sudah tidak muat lagi, betapa indahnya ketika untuk pertama kalinya aku meminum susu untuk wanita hamil… Tapi ya sudahlah, Tuhan memang belum menghendaki aku untuk punya anak. Janjiku, aku akan lebih menjaga kehamilanku yang berikutnya.

“I miss you and I love you so much, my babs…”

Monday, October 27, 2008

HADIAH TERISTIMEWA

Dua tahun lebih sudah usia pernikahanku.
Aku menikah pada tahun 2006 (semester 4 kuliah).
Aku dan suamiku sengaja menunda untuk punya momongan atas berbagai alasan. Salahsatu alasannya adalah aku masih menempuh pendidikan.
Aku khawatir, kalau aku punya anak pada saat aku masih kuliah, anakku terabaikan karena kesibukanku.
Disamping itu juga, aku belum siap untuk punya anak, aku masih enjoy dengan teman-temanku, malah salahsatu temanku bilang bahwa aku masih terlalu imut untuk punya anak... heheheh…Geli juga sih aku mendengar kata-katanya itu.
Tidak sedikit juga temanku yang menyarankan agar aku segera punya anak, apalagi usiaku sedang produktif untuk itu.
Aku juga sadar, aku memang egois punya rencana seperti itu. Tapi aku tetap pada rencanaku, menunda kehamilan sampai aku benar-benar siap dan lulus kuliah.

***** Manusia memang hanya bisa berencana, hanya yang diatas yang bisa menentukan segalanya.
Di hari lebaran kemarin, tepatnya tanggal 1 Oktober, aku merasakan sesuatu, aku telat dua hari, (biasaaa, urusan wanita).
Aku punya feeling, aku hamil walaupun belum100% yakin, dan jujur saja, waktu itu juga aku belum siap 100% dengan kehamilanku.

4 hari kemudian, aku mengetes kehamilanku.
Aku meminta kakakku untuk melihat hasil dari tes tersebut.
Dadaku berdebar-debar saat aku memberikan hasil tes itu pada kakakku.
Ketika dia melihat hasil tes itu, sebuah pertanyaan tiba-tiba meluncur dari mulutnya, “Kamu mau hasil tes ini negative atau positif?”
aku tidak mampu menjawan pertanyaan itu.
Aku hanya bisa diam dan harap-harap cemas.
Saat itu aku pun tak tahu, apakah aku mau hasil tesnya positif atau negative… aku pasrah.
Spontan aku menangis saat kakakku mengatakan bahwa hasilnya positif.
Waktu itu aku tak percaya, aku akan punya anak???? Seperti mimpi rasanya, sulit dipercaya…

Hari-hari pun berlalu.
Aku merasa, aku sudah diberi hadiah yang sangat istimewa dariNya, ya, hadiah cinta.
Sebuah permata, permata hati, permata hatiku, buah hatiku.
Aku memang hidup untuknya, untuk permata hatiku, untuk merawatnya, menjaganya, mendidiknya, membesarkannya. Ya, aku hidup untuk itu… untuk anakku.

“Dia membuatku merasa lebih berarti”