Sembilan tahun lalu, seorang yang mengaku pengelana waktu mengguncang forum internet. Ia menyebut dirinya John Titor, seorang prajurit militer AS
di tahun 2036, yang mengemban misi khusus lintas waktu ke tahun 1975: mengambil dan menyelamatkan komputer portable pertama di dunia IBM 5100.
Terdengar seperti kisah sains-fiksi, namun sosok John Titor akhirnya menjadi perdebatan paling spektakuler dan kontroversial sejak tahun 2001 sampai sekarang!
Ia menjadi legenda di dunia maya, karena informasi yang diberitahunya soal masa depan (paska 2000) sebagian telah terbukti benar terjadi… setelah pada
awal 2001 John Titor kembali ke masanya.
Informasi yang dibawanya itulah yang sangat menggemparkan karena satu persatu seiring perjalanan waktu mulai terlihat kebenarannya. Ia juga mengupload skema
mesin waktu yang digunakannya memberitahu cara kerjanya dan menyebarkan formula ilmiah mesin tersebut di forum internet.
John Titor, mengaku lahir tahun 1998 di Florida, AS. Ia berhasil menjalankan misinya kembali ke tahun 1975 untuk mengambil PC IBM 5100, karena PC itu memiliki
program bahasa unix yang tak pernah lagi digunakan di semua komputer generasi selanjutnya sampai tahun 2036.
Saturday, September 25, 2010
Wednesday, August 11, 2010
SERING KENA EUREUP EUREUP, CAPE DEEEEH...
Sebenarnya sekarang ini aku ngantuuuuuuuuuuukkkk banget, pengennya sih tidur, tapi aku males, males kena eureup eureup. Soalnya sudah dari sekitar 2 tahun lalu, kalau aku tidur di pagi hari (dari sekitar jam 5an lah), nyaris selalu mengalami eureup eureup, padahal biasaanya sehabis Subuh bawaannya ngantuk tuh…. Apalagi bulan puasa gini aku sering kurang tidur.
Pada tahu kan eureup eureup itu apa? Kalau istilah dalam bahasa Indonesianya sih ketindihan. Mungkin semua orang juga pernah mengalaminya.
Baru tahu aku, setelah aku googleing ternyata eureup eureup itu ada istilah kerennya, yaitu Sleep Paralysis. (hehehe, ketauan neh jarang baca-baca…)
Berdasarkan pengalaman, eureup eureup tuh seperti ini:
Jadi, saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, aku merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat aku sulit bangun ataupun berteriak minta tolong. Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Aku pun berusaha untuk bisa bangun. Biasaanya usaha-usaha yang sering aku lakukan ketika itu adalah; berteriak minta tolong, sekuat tenaga mencoba menggerakkan tangan, kaki dan kepala sekencang-kencangnya, meski usaha-usahaku itu terkadang sia-sia, karena eureup eureup tak lekas hilang meski aku sudah melakukan usaha-usaha itu, aku malah capek sendiri. ya mungkin karena belum waktunya eureup eureup hilang dari tubuhku kali ya... makanya dia cuek aja… hehehe… Tapi belakangan ini kalau sedang mengalami eureup eureup, aku sudah agak jarang melakukan usaha-usaha itu. Aku mencoba untuk tenang dan mencoba tarik nafas panjang. Barulah setelah dirasakan eureup eureup itu terlalu lama hingga ketakutan nggak bisa bangun lagi, aku mencoba berteriak sekencang-kencangnya.
Banyak orang mengatakan, eureup eureup itu adalah berarti kita sedang ketindih makhluk halus… ih, sereeeeeeeemmm… waktu kecil sih aku percaya aja dengan hal itu, tapi sekarang nggak laaaah… makanya aku coba cari penjelasan ilmiah dan cara mengatasinya. That is:
TINDIHAN (ISP)
A. Definisi Tindihan
Secara Mitologi, "Tindihan" adalah pengalaman seseorang "ditumpangi" atau "diduduki" dan "diserang mahluk halus. Secara ilmiah dikenal dengan istilah "Isolated Sleep Paralysis" (ISP). Bisaanya terjadi pada saat tidur baru saja dimulai.
Seorang individu yang mengalami tindihan alias ISP akan merasakan seperti terjaga dalam keadaan sadar, tetapi tidak mampu bergerak atau menggerakkan anggota tubuhnya, tidak mampu berbicara/teriak dan tidak mampu menangis. Seringkali
disertai perasaan cemas dan ketakutan yang hebat, sehingga berusaha untuk "bangun" tapi tidak bisa dan tidak berdaya. Mereka yang mengalami ISP, dilaporkan mengalami mimpi buruk dan halusinasi, melihat keberadaan "mahluk" dari dunia lain.
B. Gejala-gejala ISP
Kondisi ini sering terjadi pada individu yang tidur dengan posisi terlentang, wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak dalam tidurnya atau dalam keadaan
hampir terjaga dari tidur. Dapat berlangsung hanya dalam beberapa detik atau lebih lama. Seringkali disertai perasaan "sesuatu yang mengerikan" menekan daerah leher atau dada, sehingga mengalami kesulitan nafas, tak mampu berteriak dan bergerak. Banyak yang menyebutnya sebagai "teror di tengah malam".
Rasa sesak dan seperti dicekik muncul karena dalam tahap R.E.M terjadi ketidaksinkronan antara lalu lintas udara dalam sistem pernafasan dengan tingkat kesadaran seseorang. Sedangkan rasa takut, yang sering divisualisasikan sebagai keberadaan mahluk lain, diduga dialami seorang individu karena sedang berusaha mengatasi dan mengindentifikasikan rasa takut dan teror yang disimpannya dalam kehidupan nyata.
Seorang peneliti ISP, Al Cheyne dari University of Waterloo, menduga bahwa ISP adalah sejenis halusinasi yang dialami seorang individu, karena adanya malfungsi dari tahap R.E.M (Rapid Eye Movement) dalam tidur seseorang. Malfungsi ini bisa disebabkan oleh stres, kelelahan fisik luar biasa dan kurang tidur. Ia
juga menemukan fakta bahwa ISP selalu terjadi pada orang-orang yang tidur terlentang. Menurutnya , mengubah-ubah posisi tidur dapat mengurangi resiko terserang ISP.
Diperkirakan setiap orang pernah mengalami ISP, sekali atau dua kali dalam hidupnya. Mereka yang sering mengalami tekanan psikis dan fisik akan lebih banyak mengalami ISP. Kondisi geologis dan lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi seseorang sehingga mengalami "tindihan." Misalnya mereka yang bekerja dalam shift lalu kekurangan tidur dan memiliki pola tidur yang tidak teratur. Beberapa penelitian bahkan menemukan, perasaan positif yang sangat kuat, seperti
jatuh cinta atau setelah melakukan hubungan seks, dapat pula menyebabkan ISP.
Saat ini penelitian juga diarahkan kepada pengaruh keadaan geomagnetik dan /atau keadaan geologis terhadap fenomena ISP.
Para peneliti mengemukakan teori, bahwa orang-orang yang tinggal di kawasan yang secara geologis aktif, seperti di daerah sekitar Samudera Pasifik, yang dikenal sebagai "Ring of Fire", lebih sering mengalami ISP.
C. ISP dalam berbagai budaya
• Indonesia Dikenal dengan istilah "Tindihan" (baca : ditekan/ditindih). Menurut kepercayaan Jawa Kuno, tindihan disebabkan oleh naiknya roh-roh halus dari
tempat penyimpanan air di bawah tanah ke bawah tempat tidur seseorang.
• Spanyol Orang-orang Spanyol menyebutnya "Pesadilla" dengan penjelasan serupa dengan "Tindihan".
• Jepang "Kanashibari" demikian mereka menyebutnya. Peneliti masih berusaha menemukan kaitan letak geologis Jepang di kawasan pasifik dengan fenomena tindihan.
D. Pencegahan dan cara mengatasi
Stress;
Usahakan hidup sehat, baik secara fisik maupun psikis. Stres diduga penyebab terbesar ISP. Atur pola tidur menjadi lebih teratur. Jangan makan dalam jumlah kebanyakan, minum alkohol/kafein dan merokok menjelang tidur, sehingga dapat mengganggu pola tidur.
Posisi Tidur;
Posisi tidur terlentang diduga menjadi salah satu penyebab ISP. Usahakan ganti-ganti posisi tidur.
Membuat Gerakan Kecil;
Beberapa orang menyarankan untuk membuat gerakan mata dengan cepat, agar dapat keluar dari situasi ISP.
Membuat Gerakan Mental;
Jika seseorang mengalami ISP, ia akan merasakan susah bergerak atau menggerakkan anggota tubuhnya. Padahal ini bukan pergerakan fisik yang sebenarnya, melainkan gerakan mental. Para ahli menganjurkan untuk terus berusaha "melawan" dan menggerakkan anggota tubuh melalui kekuatan pikiran.
Pengobatan Medis;
Diperlukan jika seseorang terlalu sering mengalami ISP.
(taken from various resources)
Mudah-mudahan setelah ini frequensi pengalaman eureup eureupku berkurang, atau tak akan mengalami lagi samasekali... :D
Mungkin nggak ya?
Pada tahu kan eureup eureup itu apa? Kalau istilah dalam bahasa Indonesianya sih ketindihan. Mungkin semua orang juga pernah mengalaminya.
Baru tahu aku, setelah aku googleing ternyata eureup eureup itu ada istilah kerennya, yaitu Sleep Paralysis. (hehehe, ketauan neh jarang baca-baca…)
Berdasarkan pengalaman, eureup eureup tuh seperti ini:
Jadi, saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, aku merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat aku sulit bangun ataupun berteriak minta tolong. Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Aku pun berusaha untuk bisa bangun. Biasaanya usaha-usaha yang sering aku lakukan ketika itu adalah; berteriak minta tolong, sekuat tenaga mencoba menggerakkan tangan, kaki dan kepala sekencang-kencangnya, meski usaha-usahaku itu terkadang sia-sia, karena eureup eureup tak lekas hilang meski aku sudah melakukan usaha-usaha itu, aku malah capek sendiri. ya mungkin karena belum waktunya eureup eureup hilang dari tubuhku kali ya... makanya dia cuek aja… hehehe… Tapi belakangan ini kalau sedang mengalami eureup eureup, aku sudah agak jarang melakukan usaha-usaha itu. Aku mencoba untuk tenang dan mencoba tarik nafas panjang. Barulah setelah dirasakan eureup eureup itu terlalu lama hingga ketakutan nggak bisa bangun lagi, aku mencoba berteriak sekencang-kencangnya.
Banyak orang mengatakan, eureup eureup itu adalah berarti kita sedang ketindih makhluk halus… ih, sereeeeeeeemmm… waktu kecil sih aku percaya aja dengan hal itu, tapi sekarang nggak laaaah… makanya aku coba cari penjelasan ilmiah dan cara mengatasinya. That is:
TINDIHAN (ISP)
A. Definisi Tindihan
Secara Mitologi, "Tindihan" adalah pengalaman seseorang "ditumpangi" atau "diduduki" dan "diserang mahluk halus. Secara ilmiah dikenal dengan istilah "Isolated Sleep Paralysis" (ISP). Bisaanya terjadi pada saat tidur baru saja dimulai.
Seorang individu yang mengalami tindihan alias ISP akan merasakan seperti terjaga dalam keadaan sadar, tetapi tidak mampu bergerak atau menggerakkan anggota tubuhnya, tidak mampu berbicara/teriak dan tidak mampu menangis. Seringkali
disertai perasaan cemas dan ketakutan yang hebat, sehingga berusaha untuk "bangun" tapi tidak bisa dan tidak berdaya. Mereka yang mengalami ISP, dilaporkan mengalami mimpi buruk dan halusinasi, melihat keberadaan "mahluk" dari dunia lain.
B. Gejala-gejala ISP
Kondisi ini sering terjadi pada individu yang tidur dengan posisi terlentang, wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak dalam tidurnya atau dalam keadaan
hampir terjaga dari tidur. Dapat berlangsung hanya dalam beberapa detik atau lebih lama. Seringkali disertai perasaan "sesuatu yang mengerikan" menekan daerah leher atau dada, sehingga mengalami kesulitan nafas, tak mampu berteriak dan bergerak. Banyak yang menyebutnya sebagai "teror di tengah malam".
Rasa sesak dan seperti dicekik muncul karena dalam tahap R.E.M terjadi ketidaksinkronan antara lalu lintas udara dalam sistem pernafasan dengan tingkat kesadaran seseorang. Sedangkan rasa takut, yang sering divisualisasikan sebagai keberadaan mahluk lain, diduga dialami seorang individu karena sedang berusaha mengatasi dan mengindentifikasikan rasa takut dan teror yang disimpannya dalam kehidupan nyata.
Seorang peneliti ISP, Al Cheyne dari University of Waterloo, menduga bahwa ISP adalah sejenis halusinasi yang dialami seorang individu, karena adanya malfungsi dari tahap R.E.M (Rapid Eye Movement) dalam tidur seseorang. Malfungsi ini bisa disebabkan oleh stres, kelelahan fisik luar biasa dan kurang tidur. Ia
juga menemukan fakta bahwa ISP selalu terjadi pada orang-orang yang tidur terlentang. Menurutnya , mengubah-ubah posisi tidur dapat mengurangi resiko terserang ISP.
Diperkirakan setiap orang pernah mengalami ISP, sekali atau dua kali dalam hidupnya. Mereka yang sering mengalami tekanan psikis dan fisik akan lebih banyak mengalami ISP. Kondisi geologis dan lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi seseorang sehingga mengalami "tindihan." Misalnya mereka yang bekerja dalam shift lalu kekurangan tidur dan memiliki pola tidur yang tidak teratur. Beberapa penelitian bahkan menemukan, perasaan positif yang sangat kuat, seperti
jatuh cinta atau setelah melakukan hubungan seks, dapat pula menyebabkan ISP.
Saat ini penelitian juga diarahkan kepada pengaruh keadaan geomagnetik dan /atau keadaan geologis terhadap fenomena ISP.
Para peneliti mengemukakan teori, bahwa orang-orang yang tinggal di kawasan yang secara geologis aktif, seperti di daerah sekitar Samudera Pasifik, yang dikenal sebagai "Ring of Fire", lebih sering mengalami ISP.
C. ISP dalam berbagai budaya
• Indonesia Dikenal dengan istilah "Tindihan" (baca : ditekan/ditindih). Menurut kepercayaan Jawa Kuno, tindihan disebabkan oleh naiknya roh-roh halus dari
tempat penyimpanan air di bawah tanah ke bawah tempat tidur seseorang.
• Spanyol Orang-orang Spanyol menyebutnya "Pesadilla" dengan penjelasan serupa dengan "Tindihan".
• Jepang "Kanashibari" demikian mereka menyebutnya. Peneliti masih berusaha menemukan kaitan letak geologis Jepang di kawasan pasifik dengan fenomena tindihan.
D. Pencegahan dan cara mengatasi
Stress;
Usahakan hidup sehat, baik secara fisik maupun psikis. Stres diduga penyebab terbesar ISP. Atur pola tidur menjadi lebih teratur. Jangan makan dalam jumlah kebanyakan, minum alkohol/kafein dan merokok menjelang tidur, sehingga dapat mengganggu pola tidur.
Posisi Tidur;
Posisi tidur terlentang diduga menjadi salah satu penyebab ISP. Usahakan ganti-ganti posisi tidur.
Membuat Gerakan Kecil;
Beberapa orang menyarankan untuk membuat gerakan mata dengan cepat, agar dapat keluar dari situasi ISP.
Membuat Gerakan Mental;
Jika seseorang mengalami ISP, ia akan merasakan susah bergerak atau menggerakkan anggota tubuhnya. Padahal ini bukan pergerakan fisik yang sebenarnya, melainkan gerakan mental. Para ahli menganjurkan untuk terus berusaha "melawan" dan menggerakkan anggota tubuh melalui kekuatan pikiran.
Pengobatan Medis;
Diperlukan jika seseorang terlalu sering mengalami ISP.
(taken from various resources)
Mudah-mudahan setelah ini frequensi pengalaman eureup eureupku berkurang, atau tak akan mengalami lagi samasekali... :D
Mungkin nggak ya?
Monday, July 19, 2010
Me, Via and The Phinching
hehehe ... I was going to bed, but suddenly remembered a funny thing, that will tell you...
At that time about eleven years ago, I was junior high school, and I live in a dormitory.
I've got a good friend, she was my roommate, Sylvia is her name.
"Via", I used to call her that. Via a blind too, just like me ... ;)
At that moment, me and Via chat both in our room. I sat on her mattress.
Coincidence time Via has just taken clothes from the clothesline, so that the mattress was a lot of pinching are scattered. I feel uncomfortable with it, and I intend to organize the pinching neatly.
I took one of the pinching, but suddenly my intention changed... Instead there was a good idea in my mind. (hehehe,,, silly idea so why say good ...) I even clipped it on clothes that Via wear.
Nearly all the pinching in Via's mattress I clip on her clothes without her realize. I very slowly clip the pinching :D
"Ai, urang rek ngangkat jemuran heula nya sawareh deui bisi hujan..." (Sundanese) means: "Ai, I want to grab some clothes for now, afraid of the rain ..." Via said.
with eager, I replied: ""enya Via, buru kaditu! geus ceudeum ih..." means: ""Yeah Via, hurry up! Already cloudy..."
I smiled to myself when Via out of the room. I was anxious to know the reactions of people who see her.
"hmm, It'll be fun!" I talk to myself.
"Euleuh euleuh, Viaaaa... naha eta meni rimbil jepitan dina acuk?!" means: "Ouch, Viaaaa ... why in the clothes you are wearing so many pinching?!"
I heard the dormitory chef say like that to Via. It sounds so obvious, because the distance between clothesline and my room very close, clothesline in the back of my room.
Of course I'm very glad to hear it, that's means, I got her. Instantly my laughter broke out, I can not stand it anymore ... :))
Via must have heard me laugh. Suddenly she shouted hysterically calling my name. I still take it easy, put face without sin... hehehee
At that time I was resigned to what punishment would be given to me by Via. But basically Via is good person and loves me, (you have to believe it!), I didn't got a penalty from her, finally instead she was laughing with me ... :))
hmm,,, if i'm remembering the past like this, the desire to have a time machine is always on my mind :P
At that time about eleven years ago, I was junior high school, and I live in a dormitory.
I've got a good friend, she was my roommate, Sylvia is her name.
"Via", I used to call her that. Via a blind too, just like me ... ;)
At that moment, me and Via chat both in our room. I sat on her mattress.
Coincidence time Via has just taken clothes from the clothesline, so that the mattress was a lot of pinching are scattered. I feel uncomfortable with it, and I intend to organize the pinching neatly.
I took one of the pinching, but suddenly my intention changed... Instead there was a good idea in my mind. (hehehe,,, silly idea so why say good ...) I even clipped it on clothes that Via wear.
Nearly all the pinching in Via's mattress I clip on her clothes without her realize. I very slowly clip the pinching :D
"Ai, urang rek ngangkat jemuran heula nya sawareh deui bisi hujan..." (Sundanese) means: "Ai, I want to grab some clothes for now, afraid of the rain ..." Via said.
with eager, I replied: ""enya Via, buru kaditu! geus ceudeum ih..." means: ""Yeah Via, hurry up! Already cloudy..."
I smiled to myself when Via out of the room. I was anxious to know the reactions of people who see her.
"hmm, It'll be fun!" I talk to myself.
"Euleuh euleuh, Viaaaa... naha eta meni rimbil jepitan dina acuk?!" means: "Ouch, Viaaaa ... why in the clothes you are wearing so many pinching?!"
I heard the dormitory chef say like that to Via. It sounds so obvious, because the distance between clothesline and my room very close, clothesline in the back of my room.
Of course I'm very glad to hear it, that's means, I got her. Instantly my laughter broke out, I can not stand it anymore ... :))
Via must have heard me laugh. Suddenly she shouted hysterically calling my name. I still take it easy, put face without sin... hehehee
At that time I was resigned to what punishment would be given to me by Via. But basically Via is good person and loves me, (you have to believe it!), I didn't got a penalty from her, finally instead she was laughing with me ... :))
hmm,,, if i'm remembering the past like this, the desire to have a time machine is always on my mind :P
Wednesday, July 14, 2010
Long Life Education: "Untuk Acah"
sebuah tulisan, yang ditulis oleh sodaraku tersayang,
Zeffa09
Long Life Education: "Untuk Acah"
Jujur, aku sangat terharu membacanya ^_^
Zeffa09
Long Life Education: "Untuk Acah"
Jujur, aku sangat terharu membacanya ^_^
Sunday, June 27, 2010
Aku, Via dan Jepitan
hehehe... tadinya aku mau tidur nih, tapi tiba-tiba teringat akan hal yang lucu, yang akan kuceritakan ini...
Waktu itu kira-kira sebelas tahun lalu, aku masih SMP, dan aku tinggal di sebuah asrama.
Aku punya seorang teman baik, bahkan bisa dikatakan sahabat, teman sekamar pula, namanya Sylvia.
"Via", aku biasa memanggilnya begitu. Via seorang tunanetra juga, sama seperti aku... ;)
Ketika itu, sehabis makan siang, aku dan Via ngobrol-ngobrol di kamar berdua. Aku duduk di kasur Via. Kebetulan waktu itu Via baru aja ambil pakaian dari jemuran, sehingga di kasurnya banyak jepitan berserakan.
Aku merasa risih dengan hal itu, dan aku berniat menata rapi jepitan-jepitan itu. Kuambil salahsatu dari jepitan-jepitan itu, tapi tiba-tiba niatku kok berubah ya... malah muncul ide bagus dibenakku. (hehehe,,, ide konyol gitu kok dibilang bagus...) aku malah menjepitkan jepitan itu di baju yang sedang Via pakai. Nyaris semua jepitan yang ada di kasur Via aku pasang di bajunya tanpa dia sadari. Pelan-pelan sekali aku jepitkan seluruh jepitan itu :D
"Ai, urang rek ngangkat jemuran heula nya sawareh deui bisi hujan..." (bahasa Sunda) artinya: "Ai, aku mau ambil jemuran dulu ya sebagian lagi takut ujan..." kata Via.
Dengan semangat aku menjawab: "enya Via, buru kaditu! geus ceudeum ih..." artinya: "Iya Via, cepetan sana! udah mendung ih..."
Aku tersenyum-senyum sendiri ketika Via keluar kamar. Aku ingin lekas tahu reaksi orang-orang yang melihat dia.
"Pasti seru nih," omongku dalam hati.
"Euleuh euleuh, Viaaaa... naha eta meni rimbil jepitan dina acuk?!" Artinya: "aduh, Viaaaa... kok di baju kamu banyak banget jepitan?!" kudengar suara juru masak asrama ngomong gitu ke Via, jelas sekali kedengarannya, karena jarak kamarku dengan jemuran dekat sekali, jemuran tuh ada di belakang kamarku.
Tentu saja aku senang mendengar itu, itu artinya, aku berhasil ngerjain Via. Seketika tawaku pecah, tak bisa aku tahan-tahan lagi... :))
Via pastinya juga denger aku ketawa. Tiba-tiba dia berteriak histeris manggil namaku. Aku sih santai aja, watados alias wajah tanpa dosa... hehehee
Waktu itu aku pasrah aja mau dihukum apa sama Via. Tapi dasar Via orangnya emang baik dan sayang sama aku, (geer mode: On) aku nggak dapat hukuman apa-apa dari dia, ujung-ujungnya dia juga malah tertawa-tawa bareng aku... :))
hmm,,, kalau lagi flashback gini keinginan untuk punya mesin waktu selalu ada :P
Waktu itu kira-kira sebelas tahun lalu, aku masih SMP, dan aku tinggal di sebuah asrama.
Aku punya seorang teman baik, bahkan bisa dikatakan sahabat, teman sekamar pula, namanya Sylvia.
"Via", aku biasa memanggilnya begitu. Via seorang tunanetra juga, sama seperti aku... ;)
Ketika itu, sehabis makan siang, aku dan Via ngobrol-ngobrol di kamar berdua. Aku duduk di kasur Via. Kebetulan waktu itu Via baru aja ambil pakaian dari jemuran, sehingga di kasurnya banyak jepitan berserakan.
Aku merasa risih dengan hal itu, dan aku berniat menata rapi jepitan-jepitan itu. Kuambil salahsatu dari jepitan-jepitan itu, tapi tiba-tiba niatku kok berubah ya... malah muncul ide bagus dibenakku. (hehehe,,, ide konyol gitu kok dibilang bagus...) aku malah menjepitkan jepitan itu di baju yang sedang Via pakai. Nyaris semua jepitan yang ada di kasur Via aku pasang di bajunya tanpa dia sadari. Pelan-pelan sekali aku jepitkan seluruh jepitan itu :D
"Ai, urang rek ngangkat jemuran heula nya sawareh deui bisi hujan..." (bahasa Sunda) artinya: "Ai, aku mau ambil jemuran dulu ya sebagian lagi takut ujan..." kata Via.
Dengan semangat aku menjawab: "enya Via, buru kaditu! geus ceudeum ih..." artinya: "Iya Via, cepetan sana! udah mendung ih..."
Aku tersenyum-senyum sendiri ketika Via keluar kamar. Aku ingin lekas tahu reaksi orang-orang yang melihat dia.
"Pasti seru nih," omongku dalam hati.
"Euleuh euleuh, Viaaaa... naha eta meni rimbil jepitan dina acuk?!" Artinya: "aduh, Viaaaa... kok di baju kamu banyak banget jepitan?!" kudengar suara juru masak asrama ngomong gitu ke Via, jelas sekali kedengarannya, karena jarak kamarku dengan jemuran dekat sekali, jemuran tuh ada di belakang kamarku.
Tentu saja aku senang mendengar itu, itu artinya, aku berhasil ngerjain Via. Seketika tawaku pecah, tak bisa aku tahan-tahan lagi... :))
Via pastinya juga denger aku ketawa. Tiba-tiba dia berteriak histeris manggil namaku. Aku sih santai aja, watados alias wajah tanpa dosa... hehehee
Waktu itu aku pasrah aja mau dihukum apa sama Via. Tapi dasar Via orangnya emang baik dan sayang sama aku, (geer mode: On) aku nggak dapat hukuman apa-apa dari dia, ujung-ujungnya dia juga malah tertawa-tawa bareng aku... :))
hmm,,, kalau lagi flashback gini keinginan untuk punya mesin waktu selalu ada :P
Thursday, June 24, 2010
Upload File Dibayar OlehZiddu.com
Barangkali hampir setiap blogger yang suka download atau upload file mengetahui tentang ziddu.com.
Ziddu.com adalah merupakan salah satu penyedia jasa hosting untuk upload atau menyimpan file secara gratis yang ada di internet.
Untuk upload file kita bisa juga tanpa harus register terlebih dahulu. Lebih asiknya lagi, dari pihak ziddu akan memberikan upah setiap kali ada file kita yang didownload oleh pengunjung. Enak nggak tuh? Sudah gratis dibayar pula.
Memperoleh file hosting gratis saja sebenarnya sudah cukup. Apalagi mendapat bayaran setiap ada yang download file kita. Tentu ini sudah lebih dari cukup, ibaratnya sambil menyelam minum air. Sudah gratis, di bayar lagi. Apa nggak enak?
Ziddu.com adalah merupakan salah satu penyedia jasa hosting untuk upload atau menyimpan file secara gratis yang ada di internet.
Untuk upload file kita bisa juga tanpa harus register terlebih dahulu. Lebih asiknya lagi, dari pihak ziddu akan memberikan upah setiap kali ada file kita yang didownload oleh pengunjung. Enak nggak tuh? Sudah gratis dibayar pula.
Memperoleh file hosting gratis saja sebenarnya sudah cukup. Apalagi mendapat bayaran setiap ada yang download file kita. Tentu ini sudah lebih dari cukup, ibaratnya sambil menyelam minum air. Sudah gratis, di bayar lagi. Apa nggak enak?
Friday, February 19, 2010
Gara-Gara Bau Badan, Diusir dari Pesawat
Bagi Anda yang memiliki potensi bau badan berlebih sebaiknya berhati-hati dan menggunakan minyak wangi sebelum bepergian. Karena seorang penumpang di maskapai penerbangan Jazz Air asal Kanada, diusir hanya lantaran keluhan seluruh penumpang pesawat yang mencium bau badan menyengat.
Demikian dirilis CNN, Kamis (18/2).
Penumpang wanita duduk dekat dengan penumpang pria "bau" itu mengungkapkan, seluruh penumpang pesawat hanya bergumam dan menatap ke arah pria sumber bau tidak sedap tersebut.
Wanita yang tidak mau disebutkan jati dirinya itu menggambarkan situasi pesawat sangat tidak nyaman. Bahkan, penumpang lain menyebutkan, bau yang ditimbulkan sangat "brutal".
Penumpang berbau badan menyengat itu akhirnya diminta turun oleh awak pesawat.
Demikian dirilis CNN, Kamis (18/2).
Penumpang wanita duduk dekat dengan penumpang pria "bau" itu mengungkapkan, seluruh penumpang pesawat hanya bergumam dan menatap ke arah pria sumber bau tidak sedap tersebut.
Wanita yang tidak mau disebutkan jati dirinya itu menggambarkan situasi pesawat sangat tidak nyaman. Bahkan, penumpang lain menyebutkan, bau yang ditimbulkan sangat "brutal".
Penumpang berbau badan menyengat itu akhirnya diminta turun oleh awak pesawat.
Tuesday, October 13, 2009
CURAHAN HATIKU
saat ini aku menangis...
Sebenarnya, agak pantang aku jika sedang menghadapi kesulitan, lalu mengeluarkan airmata. tapi...apa daya, rasanya sulit banget menahan airmata ini, airmata ini mengalir begitu saja. :((
Sejak lama, aku ingin sekali mencurahkan isi hatiku pada seseorang dengan mengatakan ini:
"Kenapa ya, keberuntungan jarang berpihak padaku..."
tapi ini kutahan-tahan agar tak terucap di hadapan siapa pun... karena orang pasti akan bilang:
"hush...kamu jangan bilang gitu donk, itu artinya kamu kurang bersyukur. sudahlah, syukuri apa yang ada..."
ya, orang pasti akan bilang begitu, dan aku tak mau mendengar hal itu terucap dari bibir siapapun untukku.
Akhirnya semua ini kutulis, karena aku sudah tak tahan, ingin mencurahkan isi hati ini, yang seperti inilah adanya.
Sebenarnya, agak pantang aku jika sedang menghadapi kesulitan, lalu mengeluarkan airmata. tapi...apa daya, rasanya sulit banget menahan airmata ini, airmata ini mengalir begitu saja. :((
Sejak lama, aku ingin sekali mencurahkan isi hatiku pada seseorang dengan mengatakan ini:
"Kenapa ya, keberuntungan jarang berpihak padaku..."
tapi ini kutahan-tahan agar tak terucap di hadapan siapa pun... karena orang pasti akan bilang:
"hush...kamu jangan bilang gitu donk, itu artinya kamu kurang bersyukur. sudahlah, syukuri apa yang ada..."
ya, orang pasti akan bilang begitu, dan aku tak mau mendengar hal itu terucap dari bibir siapapun untukku.
Akhirnya semua ini kutulis, karena aku sudah tak tahan, ingin mencurahkan isi hati ini, yang seperti inilah adanya.
Sunday, August 9, 2009
JANGAN MENYERAH
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
(D'Masiv’s song)
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
(D'Masiv’s song)
Sunday, March 8, 2009
ceritaku
Sebenarnya sudah lama aku ingin menuliskan ceritaku ini, tapi, aku baru diberi kekuatan sekarang untuk menuliskannya. “emang kemarin-kemarin ga kuat nulis?” bukan gitu kaliiiii…
Pernah beberapa minggu yang lalu aku mencoba untuk menulis cerita yang akan kuceritakan ini, tapi… aku sungguh-sungguh tak sanggup menahan airmataku waktu itu. “segitunya yah?“
Buatku, ini adalah cerita yang sangat menyedihkan dan mengecewakan, namun dengan adanya aku menuliskan ini, bukan berarti aku ingin berbagi kesedihan dan kekecewaan, tapi aku Cuma gak mau lagi mendengar orang-orang menanyakan kabar kehamilanku.
Nah, untuk menghindari hal itulah aku menuliskan ceritaku ini.
Kalau kita sadari, memang, hidup manusia itu penuh misteri, seperti halnya juga dengan hidupku… “emang ngalamin misteri apaan?”
Waktu itu hari senin, 8 Desember 2009, bertepatan dengan hari raya Idil Adha, kebetulan aku sedang di rumah orangtuaku. Sekitar jam 5 sore, aku, ibu dan ayahku sedang mendengarkan berita di TV sambil ngobrol ngalol ngidul. Kalau tidak salah, salahsatu obrolan kami waktu itu mengenai 4 bulanan, karena kandunganku hampir menginjak 4 bulan. “what’s 4 bulanan? Cari aja di om google!”
Tiba-tiba aku ingin buang air kecil. Lalu aku ke kamar mandi. Tapi belum sempat aku buang air kecil, aku sadar, telah ada cairan membasahi rok yang sedang aku pakai waktu itu. Terang saja aku panik. Tapi, aku berusaha untuk menenangkan diri sendiri, sambil memastikan, cairan apa itu sebenarnya.
Aku pun akhirnya tahu, bahwa itu adalah darah… ya, itu darah!
Kemudian dengan tergesa-gesa, aku menuju ke kamarku. Rasanya tenagaku hilang saat itu.
aku benar-benar tidak tenang saat itu. Semua orang disekitarku berusaha menenangkan aku. Tapi tetap saja, bayangan-bayangan buruk memenuhi benakku.
Ada satu hal yang membuatku sedikit tenang, cerita kakakku, dia bilang, ada tetangga yang sedang hamil tiga bulan, tapi setiap bulan dia haid, dan kandungannya baik-baik saja sampai saat ini. Sebisa mungkin, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa kandunganku akan baik-baik saja.
Singkat cerita, besoknya aku pergi ke dokter specialis kandungan dengan ditemani kakakku. Suamiku tidak bisa ikut, karena katanya ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, walau saat itu sebenarnya aku sangat membutuhkannya di sisiku.
Setelah melewati antrian yang cukup panjang, tibalah saatnya aku untuk diperiksa oleh sang Dokter.
Akhirnya Dokter pun memeriksa kandunganku. Dokter menyatakan bahwa aku mengandung janin kembar, tapi… jantung mereka sudah tidak berdenyut lagi… itu artinya, janin yang aku kandung sudah tidak bernyawa. :((
Mendengar berita itu, aku tak kuasa lagi menahan tangis. Aku merasa, aku telah kehilangan sebuah harapan.
Sepulang dari dokter, aku pun mengabarkan hal ini kepada suamiku. Aku tahu benar, perasaannya sama sepertiku. Tapi suamiku tidak yakin 100% terhadap hasil pemeriksaan dokter. Dia ingin agar aku memeriksakan kandunganku kembali ke dokter yang berbeda.
Besoknya, aku pun kembali memeriksakan kandunganku ke sebuah rumahsakit di Bandung dengan ditemani suami dan juga kakakku. suamiku memohon kepada suster yang membantu dokter yang akan memeriksaku agar aku dicatat sebagai pasien darurat sehingga aku didahulukan untuk diperiksa dokter.
Akhirnya dokter pun memeriksa kandunganku, dan ternyata hasilnya sama, bayi kembarku sudah tidak bernyawa… dengan sabar, dokter menerangkan kepada kakakku tentang keadaan janin di perutku. Masih terngiang ditelingaku kata-kata dokter itu:
“Nah, bu, ini kepalanya… dan ini jantungnya… coba ibu lihat, jantungnya tidak berdenyut… dan ini bayi yang satunya lagi… ibu bisa lihat, keadaannya sama, kan?” ya, aku benar-benar ditinggalkan mereka… bayi kembarku… “don’t cry!!!”
9 hari setelah itu, setelah para dokter berusaha mengeluarkan bayiku, barulah bayi kembarku keluar dari perutku. Dokter yang menanganiku sempat merasa sedikit putus asa, karena rahimku tidak juga mengalami bukaan sedikit pun, padahal aku sudah 3 hari menginap di rumahsakit tersebut. Itu artinya, sudah 3 hari juga dokter berusaha untuk membuka rahimku, karena konon, pasien-pasiennya yang mengalami hal yang sama denganku, biasanya hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk bisa mengeluarkan janin mereka, sedangkan aku? 9 hari! “mungkin kalian emang betah tinggal di perut mama…”
Alhamdulilah, aku melahirkan bayi-bayiku tanpa operasi, meskipun prosesnya cukup lama.
Selama di rumahsakit, berbagai pengalaman pun aku dapatkan. Aku sempat mengalami dimarahi suster dan bidan ketika mereka memberikan obat padaku, “bukan karena aku gak mau dikasih obat lo, tapi aku tak tahan merasakan sakit ketika mereka memberi obat padaku dengan cara mereka… apalagi itu dilakukan 6 jam sekali… aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… jadi kebayang…”,
aku juga pernah mengalami Anemia akibat kurang tidur karena harus mengkonsumsi obat selama 6 jam sekali, mendengar orang yang melakukan persalinan nyaris tiap waktu, etc. hal itu berlangsung selama kurang lebih 6 hari, sebelum akhirnya dokter menyarankan agar aku istirahat di rumah selama 2 hari.
Waktu itu aku pulang ke rumah hari Senin, 15 Desember 2008, dan dokter meminta aku kembali lagi hari Kamis. Aku pun merasa sedikit lega, karena akan terbebas dari suasana rumahsakit. Lalu aku pulang ke rumah orangtuaku.
Aku masih ingat benar, hari Rabu, 17 Desember, tepat jam 10 malam aku merasakan mules yang sangat hebat. Sampai akhirnya, kira-kira jam 00:00, keluarlah satu janinku, dan kira-kira 15 menit kemudian, menyusul yang kedua. Ya, waktu itu aku sedang berada di rumah orangtuaku.
Setelah kedua janinku keluar, aku merasakan sakiiiiiiiiiiiiiit yang luar biasa. “aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… kebayang lagiiiiiiiiiiiiiiiii… sakitnyaaaaaaaaaaaaaaaa…”, karena plasenta masih tertinggal di perutku dan aku mengalami pendarahan yang cukup banyak. Jadi mungkin wajar saja kalau aku mengalami kesakitan yang luar biasa. Lalu aku pun dilarikan ke rumahsakit. “waduh?”
Setelah sampai di rumahsakit, dokter langsung menangani aku, dan… alhamdulilah besoknya aku sudah boleh pulang. Waktu itu aku sempat berfikir: “sia-sialah rasa sakit yang telah aku alami… karena tidak menghasilkan apa-apa…” tapi kini aku sadar, Tuhan pasti punya rencana lain untuk hidupku… ya… pasti ada hikmah dibalik semua ini.
Menurut cerita orang-orang yang sempat melihat janin-janinku, calon bayiku keduanya berjenis kelamin perempuan, dan kakakku sempat cerita, kalau mereka cantik-cantik, karena keduanya sudah berbentuk, tinggal penyempurnaan saja.
Namun satu hal yang aku sesalkan, aku belum sempat mencium mereka… :((
Waktu aku pulang dari rumahsakit, mereka sudah dikubur.
*Mengenang*
Aku ingat, betapa bahagia dan bangganya aku ketika untuk pertama kalinya aku memakai celana hamil karena celana-celana yang aku punya sudah tidak muat lagi, betapa indahnya ketika untuk pertama kalinya aku meminum susu untuk wanita hamil… Tapi ya sudahlah, Tuhan memang belum menghendaki aku untuk punya anak. Janjiku, aku akan lebih menjaga kehamilanku yang berikutnya.
“I miss you and I love you so much, my babs…”
Pernah beberapa minggu yang lalu aku mencoba untuk menulis cerita yang akan kuceritakan ini, tapi… aku sungguh-sungguh tak sanggup menahan airmataku waktu itu. “segitunya yah?“
Buatku, ini adalah cerita yang sangat menyedihkan dan mengecewakan, namun dengan adanya aku menuliskan ini, bukan berarti aku ingin berbagi kesedihan dan kekecewaan, tapi aku Cuma gak mau lagi mendengar orang-orang menanyakan kabar kehamilanku.
Nah, untuk menghindari hal itulah aku menuliskan ceritaku ini.
Kalau kita sadari, memang, hidup manusia itu penuh misteri, seperti halnya juga dengan hidupku… “emang ngalamin misteri apaan?”
Waktu itu hari senin, 8 Desember 2009, bertepatan dengan hari raya Idil Adha, kebetulan aku sedang di rumah orangtuaku. Sekitar jam 5 sore, aku, ibu dan ayahku sedang mendengarkan berita di TV sambil ngobrol ngalol ngidul. Kalau tidak salah, salahsatu obrolan kami waktu itu mengenai 4 bulanan, karena kandunganku hampir menginjak 4 bulan. “what’s 4 bulanan? Cari aja di om google!”
Tiba-tiba aku ingin buang air kecil. Lalu aku ke kamar mandi. Tapi belum sempat aku buang air kecil, aku sadar, telah ada cairan membasahi rok yang sedang aku pakai waktu itu. Terang saja aku panik. Tapi, aku berusaha untuk menenangkan diri sendiri, sambil memastikan, cairan apa itu sebenarnya.
Aku pun akhirnya tahu, bahwa itu adalah darah… ya, itu darah!
Kemudian dengan tergesa-gesa, aku menuju ke kamarku. Rasanya tenagaku hilang saat itu.
aku benar-benar tidak tenang saat itu. Semua orang disekitarku berusaha menenangkan aku. Tapi tetap saja, bayangan-bayangan buruk memenuhi benakku.
Ada satu hal yang membuatku sedikit tenang, cerita kakakku, dia bilang, ada tetangga yang sedang hamil tiga bulan, tapi setiap bulan dia haid, dan kandungannya baik-baik saja sampai saat ini. Sebisa mungkin, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa kandunganku akan baik-baik saja.
Singkat cerita, besoknya aku pergi ke dokter specialis kandungan dengan ditemani kakakku. Suamiku tidak bisa ikut, karena katanya ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, walau saat itu sebenarnya aku sangat membutuhkannya di sisiku.
Setelah melewati antrian yang cukup panjang, tibalah saatnya aku untuk diperiksa oleh sang Dokter.
Akhirnya Dokter pun memeriksa kandunganku. Dokter menyatakan bahwa aku mengandung janin kembar, tapi… jantung mereka sudah tidak berdenyut lagi… itu artinya, janin yang aku kandung sudah tidak bernyawa. :((
Mendengar berita itu, aku tak kuasa lagi menahan tangis. Aku merasa, aku telah kehilangan sebuah harapan.
Sepulang dari dokter, aku pun mengabarkan hal ini kepada suamiku. Aku tahu benar, perasaannya sama sepertiku. Tapi suamiku tidak yakin 100% terhadap hasil pemeriksaan dokter. Dia ingin agar aku memeriksakan kandunganku kembali ke dokter yang berbeda.
Besoknya, aku pun kembali memeriksakan kandunganku ke sebuah rumahsakit di Bandung dengan ditemani suami dan juga kakakku. suamiku memohon kepada suster yang membantu dokter yang akan memeriksaku agar aku dicatat sebagai pasien darurat sehingga aku didahulukan untuk diperiksa dokter.
Akhirnya dokter pun memeriksa kandunganku, dan ternyata hasilnya sama, bayi kembarku sudah tidak bernyawa… dengan sabar, dokter menerangkan kepada kakakku tentang keadaan janin di perutku. Masih terngiang ditelingaku kata-kata dokter itu:
“Nah, bu, ini kepalanya… dan ini jantungnya… coba ibu lihat, jantungnya tidak berdenyut… dan ini bayi yang satunya lagi… ibu bisa lihat, keadaannya sama, kan?” ya, aku benar-benar ditinggalkan mereka… bayi kembarku… “don’t cry!!!”
9 hari setelah itu, setelah para dokter berusaha mengeluarkan bayiku, barulah bayi kembarku keluar dari perutku. Dokter yang menanganiku sempat merasa sedikit putus asa, karena rahimku tidak juga mengalami bukaan sedikit pun, padahal aku sudah 3 hari menginap di rumahsakit tersebut. Itu artinya, sudah 3 hari juga dokter berusaha untuk membuka rahimku, karena konon, pasien-pasiennya yang mengalami hal yang sama denganku, biasanya hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk bisa mengeluarkan janin mereka, sedangkan aku? 9 hari! “mungkin kalian emang betah tinggal di perut mama…”
Alhamdulilah, aku melahirkan bayi-bayiku tanpa operasi, meskipun prosesnya cukup lama.
Selama di rumahsakit, berbagai pengalaman pun aku dapatkan. Aku sempat mengalami dimarahi suster dan bidan ketika mereka memberikan obat padaku, “bukan karena aku gak mau dikasih obat lo, tapi aku tak tahan merasakan sakit ketika mereka memberi obat padaku dengan cara mereka… apalagi itu dilakukan 6 jam sekali… aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… jadi kebayang…”,
aku juga pernah mengalami Anemia akibat kurang tidur karena harus mengkonsumsi obat selama 6 jam sekali, mendengar orang yang melakukan persalinan nyaris tiap waktu, etc. hal itu berlangsung selama kurang lebih 6 hari, sebelum akhirnya dokter menyarankan agar aku istirahat di rumah selama 2 hari.
Waktu itu aku pulang ke rumah hari Senin, 15 Desember 2008, dan dokter meminta aku kembali lagi hari Kamis. Aku pun merasa sedikit lega, karena akan terbebas dari suasana rumahsakit. Lalu aku pulang ke rumah orangtuaku.
Aku masih ingat benar, hari Rabu, 17 Desember, tepat jam 10 malam aku merasakan mules yang sangat hebat. Sampai akhirnya, kira-kira jam 00:00, keluarlah satu janinku, dan kira-kira 15 menit kemudian, menyusul yang kedua. Ya, waktu itu aku sedang berada di rumah orangtuaku.
Setelah kedua janinku keluar, aku merasakan sakiiiiiiiiiiiiiit yang luar biasa. “aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… kebayang lagiiiiiiiiiiiiiiiii… sakitnyaaaaaaaaaaaaaaaa…”, karena plasenta masih tertinggal di perutku dan aku mengalami pendarahan yang cukup banyak. Jadi mungkin wajar saja kalau aku mengalami kesakitan yang luar biasa. Lalu aku pun dilarikan ke rumahsakit. “waduh?”
Setelah sampai di rumahsakit, dokter langsung menangani aku, dan… alhamdulilah besoknya aku sudah boleh pulang. Waktu itu aku sempat berfikir: “sia-sialah rasa sakit yang telah aku alami… karena tidak menghasilkan apa-apa…” tapi kini aku sadar, Tuhan pasti punya rencana lain untuk hidupku… ya… pasti ada hikmah dibalik semua ini.
Menurut cerita orang-orang yang sempat melihat janin-janinku, calon bayiku keduanya berjenis kelamin perempuan, dan kakakku sempat cerita, kalau mereka cantik-cantik, karena keduanya sudah berbentuk, tinggal penyempurnaan saja.
Namun satu hal yang aku sesalkan, aku belum sempat mencium mereka… :((
Waktu aku pulang dari rumahsakit, mereka sudah dikubur.
*Mengenang*
Aku ingat, betapa bahagia dan bangganya aku ketika untuk pertama kalinya aku memakai celana hamil karena celana-celana yang aku punya sudah tidak muat lagi, betapa indahnya ketika untuk pertama kalinya aku meminum susu untuk wanita hamil… Tapi ya sudahlah, Tuhan memang belum menghendaki aku untuk punya anak. Janjiku, aku akan lebih menjaga kehamilanku yang berikutnya.
“I miss you and I love you so much, my babs…”
Subscribe to:
Posts (Atom)