Friday, February 19, 2010

Gara-Gara Bau Badan, Diusir dari Pesawat

Bagi Anda yang memiliki potensi bau badan berlebih sebaiknya berhati-hati dan menggunakan minyak wangi sebelum bepergian. Karena seorang penumpang di maskapai penerbangan Jazz Air asal Kanada, diusir hanya lantaran keluhan seluruh penumpang pesawat yang mencium bau badan menyengat.
Demikian dirilis CNN, Kamis (18/2).

Penumpang wanita duduk dekat dengan penumpang pria "bau" itu mengungkapkan, seluruh penumpang pesawat hanya bergumam dan menatap ke arah pria sumber bau tidak sedap tersebut.
Wanita yang tidak mau disebutkan jati dirinya itu menggambarkan situasi pesawat sangat tidak nyaman. Bahkan, penumpang lain menyebutkan, bau yang ditimbulkan sangat "brutal".
Penumpang berbau badan menyengat itu akhirnya diminta turun oleh awak pesawat.

Tuesday, October 13, 2009

CURAHAN HATIKU

saat ini aku menangis...
Sebenarnya, agak pantang aku jika sedang menghadapi kesulitan, lalu mengeluarkan airmata. tapi...apa daya, rasanya sulit banget menahan airmata ini, airmata ini mengalir begitu saja. :((

Sejak lama, aku ingin sekali mencurahkan isi hatiku pada seseorang dengan mengatakan ini:
"Kenapa ya, keberuntungan jarang berpihak padaku..."
tapi ini kutahan-tahan agar tak terucap di hadapan siapa pun... karena orang pasti akan bilang:
"hush...kamu jangan bilang gitu donk, itu artinya kamu kurang bersyukur. sudahlah, syukuri apa yang ada..."
ya, orang pasti akan bilang begitu, dan aku tak mau mendengar hal itu terucap dari bibir siapapun untukku.
Akhirnya semua ini kutulis, karena aku sudah tak tahan, ingin mencurahkan isi hati ini, yang seperti inilah adanya.

Sunday, August 9, 2009

JANGAN MENYERAH

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

(D'Masiv’s song)

Sunday, March 8, 2009

ceritaku

Sebenarnya sudah lama aku ingin menuliskan ceritaku ini, tapi, aku baru diberi kekuatan sekarang untuk menuliskannya. “emang kemarin-kemarin ga kuat nulis?” bukan gitu kaliiiii…

Pernah beberapa minggu yang lalu aku mencoba untuk menulis cerita yang akan kuceritakan ini, tapi… aku sungguh-sungguh tak sanggup menahan airmataku waktu itu. “segitunya yah?“

Buatku, ini adalah cerita yang sangat menyedihkan dan mengecewakan, namun dengan adanya aku menuliskan ini, bukan berarti aku ingin berbagi kesedihan dan kekecewaan, tapi aku Cuma gak mau lagi mendengar orang-orang menanyakan kabar kehamilanku.
Nah, untuk menghindari hal itulah aku menuliskan ceritaku ini.

Kalau kita sadari, memang, hidup manusia itu penuh misteri, seperti halnya juga dengan hidupku… “emang ngalamin misteri apaan?”

Waktu itu hari senin, 8 Desember 2009, bertepatan dengan hari raya Idil Adha, kebetulan aku sedang di rumah orangtuaku. Sekitar jam 5 sore, aku, ibu dan ayahku sedang mendengarkan berita di TV sambil ngobrol ngalol ngidul. Kalau tidak salah, salahsatu obrolan kami waktu itu mengenai 4 bulanan, karena kandunganku hampir menginjak 4 bulan. “what’s 4 bulanan? Cari aja di om google!”
Tiba-tiba aku ingin buang air kecil. Lalu aku ke kamar mandi. Tapi belum sempat aku buang air kecil, aku sadar, telah ada cairan membasahi rok yang sedang aku pakai waktu itu. Terang saja aku panik. Tapi, aku berusaha untuk menenangkan diri sendiri, sambil memastikan, cairan apa itu sebenarnya.
Aku pun akhirnya tahu, bahwa itu adalah darah… ya, itu darah!
Kemudian dengan tergesa-gesa, aku menuju ke kamarku. Rasanya tenagaku hilang saat itu.

aku benar-benar tidak tenang saat itu. Semua orang disekitarku berusaha menenangkan aku. Tapi tetap saja, bayangan-bayangan buruk memenuhi benakku.
Ada satu hal yang membuatku sedikit tenang, cerita kakakku, dia bilang, ada tetangga yang sedang hamil tiga bulan, tapi setiap bulan dia haid, dan kandungannya baik-baik saja sampai saat ini. Sebisa mungkin, aku berusaha meyakinkan diriku bahwa kandunganku akan baik-baik saja.

Singkat cerita, besoknya aku pergi ke dokter specialis kandungan dengan ditemani kakakku. Suamiku tidak bisa ikut, karena katanya ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, walau saat itu sebenarnya aku sangat membutuhkannya di sisiku.

Setelah melewati antrian yang cukup panjang, tibalah saatnya aku untuk diperiksa oleh sang Dokter.
Akhirnya Dokter pun memeriksa kandunganku. Dokter menyatakan bahwa aku mengandung janin kembar, tapi… jantung mereka sudah tidak berdenyut lagi… itu artinya, janin yang aku kandung sudah tidak bernyawa. :((
Mendengar berita itu, aku tak kuasa lagi menahan tangis. Aku merasa, aku telah kehilangan sebuah harapan.

Sepulang dari dokter, aku pun mengabarkan hal ini kepada suamiku. Aku tahu benar, perasaannya sama sepertiku. Tapi suamiku tidak yakin 100% terhadap hasil pemeriksaan dokter. Dia ingin agar aku memeriksakan kandunganku kembali ke dokter yang berbeda.

Besoknya, aku pun kembali memeriksakan kandunganku ke sebuah rumahsakit di Bandung dengan ditemani suami dan juga kakakku. suamiku memohon kepada suster yang membantu dokter yang akan memeriksaku agar aku dicatat sebagai pasien darurat sehingga aku didahulukan untuk diperiksa dokter.
Akhirnya dokter pun memeriksa kandunganku, dan ternyata hasilnya sama, bayi kembarku sudah tidak bernyawa… dengan sabar, dokter menerangkan kepada kakakku tentang keadaan janin di perutku. Masih terngiang ditelingaku kata-kata dokter itu:
“Nah, bu, ini kepalanya… dan ini jantungnya… coba ibu lihat, jantungnya tidak berdenyut… dan ini bayi yang satunya lagi… ibu bisa lihat, keadaannya sama, kan?” ya, aku benar-benar ditinggalkan mereka… bayi kembarku… “don’t cry!!!”

9 hari setelah itu, setelah para dokter berusaha mengeluarkan bayiku, barulah bayi kembarku keluar dari perutku. Dokter yang menanganiku sempat merasa sedikit putus asa, karena rahimku tidak juga mengalami bukaan sedikit pun, padahal aku sudah 3 hari menginap di rumahsakit tersebut. Itu artinya, sudah 3 hari juga dokter berusaha untuk membuka rahimku, karena konon, pasien-pasiennya yang mengalami hal yang sama denganku, biasanya hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk bisa mengeluarkan janin mereka, sedangkan aku? 9 hari! “mungkin kalian emang betah tinggal di perut mama…”
Alhamdulilah, aku melahirkan bayi-bayiku tanpa operasi, meskipun prosesnya cukup lama.

Selama di rumahsakit, berbagai pengalaman pun aku dapatkan. Aku sempat mengalami dimarahi suster dan bidan ketika mereka memberikan obat padaku, “bukan karena aku gak mau dikasih obat lo, tapi aku tak tahan merasakan sakit ketika mereka memberi obat padaku dengan cara mereka… apalagi itu dilakukan 6 jam sekali… aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… jadi kebayang…”,
aku juga pernah mengalami Anemia akibat kurang tidur karena harus mengkonsumsi obat selama 6 jam sekali, mendengar orang yang melakukan persalinan nyaris tiap waktu, etc. hal itu berlangsung selama kurang lebih 6 hari, sebelum akhirnya dokter menyarankan agar aku istirahat di rumah selama 2 hari.
Waktu itu aku pulang ke rumah hari Senin, 15 Desember 2008, dan dokter meminta aku kembali lagi hari Kamis. Aku pun merasa sedikit lega, karena akan terbebas dari suasana rumahsakit. Lalu aku pulang ke rumah orangtuaku.

Aku masih ingat benar, hari Rabu, 17 Desember, tepat jam 10 malam aku merasakan mules yang sangat hebat. Sampai akhirnya, kira-kira jam 00:00, keluarlah satu janinku, dan kira-kira 15 menit kemudian, menyusul yang kedua. Ya, waktu itu aku sedang berada di rumah orangtuaku.
Setelah kedua janinku keluar, aku merasakan sakiiiiiiiiiiiiiit yang luar biasa. “aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh… kebayang lagiiiiiiiiiiiiiiiii… sakitnyaaaaaaaaaaaaaaaa…”, karena plasenta masih tertinggal di perutku dan aku mengalami pendarahan yang cukup banyak. Jadi mungkin wajar saja kalau aku mengalami kesakitan yang luar biasa. Lalu aku pun dilarikan ke rumahsakit. “waduh?”

Setelah sampai di rumahsakit, dokter langsung menangani aku, dan… alhamdulilah besoknya aku sudah boleh pulang. Waktu itu aku sempat berfikir: “sia-sialah rasa sakit yang telah aku alami… karena tidak menghasilkan apa-apa…” tapi kini aku sadar, Tuhan pasti punya rencana lain untuk hidupku… ya… pasti ada hikmah dibalik semua ini.

Menurut cerita orang-orang yang sempat melihat janin-janinku, calon bayiku keduanya berjenis kelamin perempuan, dan kakakku sempat cerita, kalau mereka cantik-cantik, karena keduanya sudah berbentuk, tinggal penyempurnaan saja.
Namun satu hal yang aku sesalkan, aku belum sempat mencium mereka… :((
Waktu aku pulang dari rumahsakit, mereka sudah dikubur.

*Mengenang*
Aku ingat, betapa bahagia dan bangganya aku ketika untuk pertama kalinya aku memakai celana hamil karena celana-celana yang aku punya sudah tidak muat lagi, betapa indahnya ketika untuk pertama kalinya aku meminum susu untuk wanita hamil… Tapi ya sudahlah, Tuhan memang belum menghendaki aku untuk punya anak. Janjiku, aku akan lebih menjaga kehamilanku yang berikutnya.

“I miss you and I love you so much, my babs…”

Monday, October 27, 2008

HADIAH TERISTIMEWA

Dua tahun lebih sudah usia pernikahanku.
Aku menikah pada tahun 2006 (semester 4 kuliah).
Aku dan suamiku sengaja menunda untuk punya momongan atas berbagai alasan. Salahsatu alasannya adalah aku masih menempuh pendidikan.
Aku khawatir, kalau aku punya anak pada saat aku masih kuliah, anakku terabaikan karena kesibukanku.
Disamping itu juga, aku belum siap untuk punya anak, aku masih enjoy dengan teman-temanku, malah salahsatu temanku bilang bahwa aku masih terlalu imut untuk punya anak... heheheh…Geli juga sih aku mendengar kata-katanya itu.
Tidak sedikit juga temanku yang menyarankan agar aku segera punya anak, apalagi usiaku sedang produktif untuk itu.
Aku juga sadar, aku memang egois punya rencana seperti itu. Tapi aku tetap pada rencanaku, menunda kehamilan sampai aku benar-benar siap dan lulus kuliah.

***** Manusia memang hanya bisa berencana, hanya yang diatas yang bisa menentukan segalanya.
Di hari lebaran kemarin, tepatnya tanggal 1 Oktober, aku merasakan sesuatu, aku telat dua hari, (biasaaa, urusan wanita).
Aku punya feeling, aku hamil walaupun belum100% yakin, dan jujur saja, waktu itu juga aku belum siap 100% dengan kehamilanku.

4 hari kemudian, aku mengetes kehamilanku.
Aku meminta kakakku untuk melihat hasil dari tes tersebut.
Dadaku berdebar-debar saat aku memberikan hasil tes itu pada kakakku.
Ketika dia melihat hasil tes itu, sebuah pertanyaan tiba-tiba meluncur dari mulutnya, “Kamu mau hasil tes ini negative atau positif?”
aku tidak mampu menjawan pertanyaan itu.
Aku hanya bisa diam dan harap-harap cemas.
Saat itu aku pun tak tahu, apakah aku mau hasil tesnya positif atau negative… aku pasrah.
Spontan aku menangis saat kakakku mengatakan bahwa hasilnya positif.
Waktu itu aku tak percaya, aku akan punya anak???? Seperti mimpi rasanya, sulit dipercaya…

Hari-hari pun berlalu.
Aku merasa, aku sudah diberi hadiah yang sangat istimewa dariNya, ya, hadiah cinta.
Sebuah permata, permata hati, permata hatiku, buah hatiku.
Aku memang hidup untuknya, untuk permata hatiku, untuk merawatnya, menjaganya, mendidiknya, membesarkannya. Ya, aku hidup untuk itu… untuk anakku.

“Dia membuatku merasa lebih berarti”

Thursday, June 19, 2008

Problem

yesterday 1 of my friends came to me. she told me about dishonest, she asked me: "Ai, what do you think about dishonest?"
o... i really surprise when she asked like that, but i tried to answer: "i think, dishonest is not good for our life."
after she heard my answer, she was crying, and then, she told me that she's dishonest of her husband. so i asked her: "how and why do you do that?"
she answered: "i go with a man that has much money, cause i need much money! ... yes, i need much money! my husband doesn't have a job, so he can't give
the money for me and my children. i have been trying to find a good job for me, but i have never found. do you know what should i do?"
ooohh .. i touched heard her story. i can't answer her last question, ... really i don't know... actually i wanna help her, but i can't. i'd like to share with you about this problem.
what will you do if u got same problem with my friend? please... help me to get the answer.

thanks before.

Saturday, February 2, 2008

HELLO DUNIA

Hello dunia!
Aku disini Cuma ingin coret-coret saja.
Aku harap, anda semua yang lewat dib log ini berkenan dengan coretan-coretanku ini.

Saturday, January 26, 2008

My Story

When I was child, I felt very happy, cause my family was take care of me especially my mom, she always loves me sincere. Besides that, I had many friends. They were take care of me too. They never make a problem out of my disabled. they always also take care of me. We always play together everyday.
Our favourite games in that times are high jump and toy kitten. I always followed that games. But sometimes, I felt is very disappointed, cause my friends never invited me to play marbles, and I always ask them: “why are you never ask me to play marbles?” so they always answered: “cause you are a figurehead, so you don’t have to follow this game.” Oh, their answer were make me sad….

At that moment, I asked my mom:
“why my friends never invite me to play marbles, mom? Whereas I really really want to play marbles”
“cause you are a blind, dear”. my mom answered.
“oh no mom, I can see the sun.” I said. So my mom explain:
“yes my dear child, you can discriminate dark and light only.

I realize that I’m a blind since then, and I never asked my friend to invite me to play marbles, cause I realize that I different with my friends. But nevertheless, I always play with my friends everyday.

Fiersha Mama Mia Main Sinetron

Pada hari senin tanggal 28 Januari, Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) telah menayangkan sebuah sinetronyang berjudul "AKU TERLAHIR 500 GRAM DAN BUTA".

Yang lebih menarik lagi, tokoh utama di sinetronini diperankan oleh seorang tunanetra yang bernama Fiersha Hanifah.

Aaku yakin, sebagian besar masyarakat Indonesia tahu siapa Fiersha.

Fiersha adalah seorang tunanetra yang berhasil lolos di 3 besar "mama mia" yang diadakan oleh salahsatu televisi swasta di Indonesia.

Jujur saja, aku merasa senang sekali ketika aku tahu bahhwa Fiersha jadi peran utama di sinetron tersebut, karena baru kali ini ada sebuah sinetron yang diperankan oleh seorang tunanetra, walau kita tahu, banyak televisi-televisi yang menayangkan film bahkan sinetron yang didalamnya menceritakan seorang tunanetra, tapi yang memerankannya adalah orang normal.

Mungkin kalau hal itu sih bisa dianggap wajar, karena selama ini masyarakat Indonesia belum mengenal tunanetra 100%, belum percaya kalau sebenarnya tunanetra pun mampu hidup seperti orang normal.

Yang tidak wajar adalah:
di film-film yang didalamnya menceritakan tentang kehidupan tunanetra, sering diceritakan bahwa tunanetra tersebut tidak dapat hidup mandiri, selalu bergantung pada orang disekitarnya, dan tidak berpendidikan.

Bahkan aku pernah menyaksikan sebuah film disalahsatu televisi yang menceritakan seorang bapak-bapak tunanetra, mempunyai anak dan istri tetapi dia tidak bekerja.
dia hanya diam dirumah, menunggu istrinya pulang kerja, dan juga menunggu anak-anaknya pulang sekolah. Yang lebih tragis lagi, istrinya pulang kerumah dengan membawa laki-laki selingkuhannya, dan mereka selingkuh dihadapan bapak-bapak tersebut. so, si bapak tidak tahu kalau istrinya selingkuh dan membawa orang lain kehadapannya, dia baru tahu hal itu setelah anak-anaknya pulang sekolah dan menceritakan hal itu padanya. Sungguh tidak masuk akal!

Aku pikir, itu terlalu dilebih-lebihkan. Aku sebagai seorang tunanetra, tentu saja sangat tahu dan faham dengan kehidupan tunanetra.

Aku tidak setuju kalau di film-film kebanyakan tunanetra sangat lemah, tidak berpendidikan, tidak bekerja, dan selalu tergantung pada orang lain. bahkan tidak punya perasaan seperti seorang bapak yang pernah aku saksikan di film tersebut.

Ketika seorang temanku datang dan dia berkata padaku bahwa dia datang sendirian, padahal dia bersama temannya, dan temannya itu datang dengan diam-diam, aku pasti akan tahu kalau dia datang tidak sendiri, tapi aku bisa tahu bukan karena indera keenam seperti yang sering orang-orang katakan, tapi mungkin karena bau parfumnya, dan suasanapun pasti akan terasa berbeda ketika seseorang datang tidak sendiri.

Tunanetra juga mampu mengenyam pendidikan, sama seperti orang normal. Memang, banyak diantara kami yang hanya mengenyam pendidikan sampai di sekolah dasar, tetapi tidak jarang diantara kami yang mampu meneruskan sampai perguruan tinggi, bahkan ada yang sampai menyandang gelar Doktor.

Kami juga tak mau ketinggalan dalam hal IT. Banyak diantara kami yang mampu mengoperasikan komputer, dari mulai mengoperasikan Office, browsing internet, chat, dll

Mungkin anda bertanya-tanya;

“kok bias sih tunanetra mengoperasikan computer? Itu kan memerlukan penglihatan….”.

Ya, tunanetra mampu mengoperasikan computer, karena komputernya telah dilengkapi dengan screen reader (pembaca layer). Salahsatu diantaranya adalah sebuah software yang dinamakan JAWS. JAWS adalah singkatan dari Job Accses With Speech yang diproduksi oleh freedom scientific, sebuah lembaga di Amerika, dan sekarang komputerku menggunakan software tersebut.

Pekerjaan tunanetra pun bermacam-macam, mulai dari massager (pemijat), guru, instruktur komputer, musisi, dosen, dan bahkan baru-baru ini ada juga yang menjadi seorang entertainer.

Jadi kesimpulannya, kehidupan tunanetra juga beragam, sama halnya dengan kehidupan orang normal.

Aku harap, tak ada lagi para sutradara yang seenaknya menempatkan tokoh tunanetra di film-film sebagai orang lemah, tidak bekerja, tak berpendidikan dan selalu tergantung pada orang lain.

Kepada para sutradara yang kebetulan membaca blog ini, please, pelajarilah tentang kehidupan tunanetra sedalam-dalamnya. mungkin selama ini yang anda tahu hanyalah sebagian kecil dari kami.